Manfaat smoothie untuk membantu memangkas lemak tubuh dinilai akan lebih optimal jika dibarengi dengan pola makan sehat. Penurunan berat badan, menurut para ahli, sebaiknya tidak hanya berfokus pada label “makanan diet” semata.
Dikutip Antara, Selasa (2/6), ahli diet Ryan Andrews menekankan bahwa upaya menurunkan berat badan perlu melihat keseluruhan pola perilaku yang mendukung kesehatan. Ia menyebut smoothie dapat membantu penurunan berat badan, namun kebiasaan tersebut perlu diimbangi dengan pola makan sehat, aktivitas fisik yang rutin, tidur yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik.
Selain itu, smoothie juga dinilai bisa menjadi asupan yang sangat sehat selama komposisi bahan di dalamnya seimbang. Ahli diet Miranda Hammer menyebut kunci utama smoothie sehat terletak pada keseimbangan sayuran, buah, protein, dan lemak.
Secara umum, komposisi segelas smoothie yang dianggap ideal terdiri dari 1 cangkir buah, 1–2 genggam sayuran hijau, 1 cangkir protein, serta 1–2 sendok makan lemak sehat.
Untuk contoh racikan, smoothie dapat dibuat dari 1 cangkir blueberry beku, 1/2 pisang beku, 1/2 cangkir kembang kol beku, 1–2 lembar daun kale, dan 1–2 cangkir susu tanpa pemanis.

