Kalsium selama ini dikenal sebagai mineral penting untuk menjaga kesehatan tulang. Namun, berbagai informasi keliru terkait sumber dan manfaat kalsium masih kerap beredar di masyarakat.
Dikutip dari antaranews.com, Jumat, 2 Oktober 2026, sejumlah ahli gizi meluruskan empat mitos umum seputar kalsium yang dinilai tidak sepenuhnya didukung bukti ilmiah. Mitos-mitos tersebut berkaitan dengan sumber kalsium, kaitannya dengan kesehatan tulang, hingga penggunaan suplemen.
Salah satu anggapan yang masih sering ditemui adalah kalsium hanya bisa diperoleh dari susu dan produk turunannya. Padahal, kebutuhan kalsium juga dapat dipenuhi dari berbagai sumber lain, seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, tahu, serta ikan sarden dan salmon kalengan yang diperkaya kalsium.
Ahli gizi terdaftar Tiffany Bruno menekankan bahwa kesehatan tulang tidak hanya bergantung pada asupan kalsium. “Menjaga kesehatan tulang membutuhkan lebih dari sekadar kalsium. Vitamin D dan olahraga yang memberikan beban pada tulang adalah dua faktor kunci dalam menjaga kesehatan tulang,” kata Bruno.
Selain itu, konsumsi kalsium dalam jumlah besar tidak otomatis membuat tulang lebih kuat. Tubuh memiliki batas kemampuan menyerap kalsium, sehingga pola konsumsi yang teratur dinilai lebih efektif dibandingkan mengonsumsi dalam jumlah besar sekaligus.
Dalam hal suplemen, dietisien terdaftar Lily McNair mengingatkan pentingnya memperhatikan jenis dan cara konsumsi suplemen kalsium. “Ini penting untuk diperhatikan. Jadi, periksa labelnya alih-alih berasumsi bahwa setiap suplemen kalsium bekerja dengan cara yang sama,” ujar McNair.