PONTIANAK — Tren hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi kian berkembang di masyarakat. Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa memilih makanan seharusnya tidak hanya berpatokan pada rasa kenyang, melainkan juga memperhatikan kebutuhan gizi dan keseimbangan nutrisi.
Ahli Gizi Puskesmas Sungai Raya Dalam sekaligus Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kubu Raya, Suyanti, mengatakan tantangan masyarakat saat ini bukan lagi sekadar mendapatkan makanan, tetapi menentukan pilihan yang benar-benar bermanfaat bagi tubuh.
“Pada intinya, masyarakat kita sebenarnya tidak kekurangan makanan. Justru tantangannya adalah bagaimana kita benar-benar bisa memilih makanan yang memberikan manfaat buat tubuh,” ujar Suyanti dalam program Indonesia Sehat, RRI Pro 1 Pontianak, Jumat (2/10/2026).
Menurut Suyanti, persoalan gizi kini semakin kompleks. Di satu sisi masih ditemukan masyarakat yang mengalami kekurangan gizi, sementara di sisi lain kasus kelebihan berat badan dan obesitas juga semakin banyak.
Ia menilai pola makan dan pola hidup menjadi faktor yang berpengaruh. Kurangnya aktivitas fisik, ditambah kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu secara berlebihan, dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan.
Suyanti juga mengingatkan pentingnya menerapkan konsep Isi Piringku dalam setiap menu. Komposisi makanan perlu memperhatikan keseimbangan antara sumber karbohidrat, sayur, lauk-pauk, dan buah.
“Pedoman kita adalah gizi seimbang. Kalau sekarang ada Isi Piringku, kita harapkan lebih banyak makan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral,” jelasnya.
Selain komposisi, ia menekankan perlunya menyesuaikan asupan dengan usia dan kondisi tubuh. Kebutuhan gizi anak, remaja, orang dewasa hingga lansia tidak selalu sama. Karena itu, pola makan sebaiknya tidak mengikuti tren semata.
Bagi masyarakat dengan kondisi seperti kekurangan gizi maupun obesitas, Suyanti menyebut ahli gizi dapat membantu menghitung kebutuhan berdasarkan kondisi tubuh dan kebiasaan makan. Penanganan juga perlu disertai perubahan pola makan serta dukungan keluarga.
Ia turut mendorong masyarakat kembali memanfaatkan bahan pangan lokal. Menurutnya, pemilihan bahan makanan yang segar dan beragam dapat menjadi bagian dari upaya menerapkan pola makan yang lebih sehat.
“Jangan tunggu sakit baru kita peduli dengan makanan. Tapi mari kita mulai dari apa yang ada pada kita hari ini,” pesannya.
Suyanti menegaskan pola makan sehat tidak harus rumit. Hal terpenting adalah membiasakan konsumsi makanan yang beragam, seimbang, sesuai kebutuhan tubuh, serta tidak berlebihan.