Ahli Gizi RSUD Kota Tangerang, Lia Efritanurika, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berfokus pada konsumsi daging kurban saat Iduladha, tetapi juga memperhatikan keseimbangan gizi dalam setiap porsi makanan.
Menurut Lia, daging kurban dapat diolah menjadi beragam menu sesuai selera karena merupakan sumber protein hewani. Namun, konsumsi daging sebaiknya tidak berdiri sendiri tanpa pendamping zat gizi lain.
Ia menekankan pentingnya menambahkan sumber protein nabati ketika menyantap daging kurban. “Dalam satu piring atau satu porsi ketika menyantap daging kurban pastikan ada protein nabati untuk menyeimbangkan gizi. Contohnya, tahu, tempe, dan tumis sayur atau olah daging menjadi sop dengan tambahan wortel, tomat, dan sayur-sayur lainnya,” kata Lia Efritanurika, dikutip Antara beberapa waktu lalu.
Dengan kombinasi tersebut, asupan gizi dinilai menjadi lebih lengkap dan tidak bertumpu pada satu jenis protein saja.
Selain komposisi makanan, Lia juga menyoroti cara pengolahan daging kurban. Ia mengingatkan agar penggunaan santan, minyak, maupun margarin tidak berlebihan, serta menyarankan pengurangan bagian lemak pada daging sebelum dimasak.
“Usahakan untuk menggunakan hanya bagian merah saja tanpa ada lemak atau sedikit lemak,” ujarnya. Menurutnya, konsumsi lemak berlebih dari proses memasak dapat berdampak pada meningkatnya asupan kalori yang tidak diperlukan tubuh. “Gunakan santan, minyak, atau pun margarin secukupnya,” kata Lia.
Lia juga menekankan bahwa pola makan saat Iduladha tetap perlu dijaga agar seimbang. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya mengejar rasa kenyang, tetapi juga kualitas gizi.
“Mari pastikan apa yang kita konsumsi tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga bergizi dan bermanfaat untuk tubuh kita agar tetap beraktivitas dengan maksimal. Jangan lupa juga untuk tetap mengonsumsi buah-buahan, minum air mineral dengan cukup, dan berolahraga,” katanya.

