BERITA TERKINI
Ahli Gizi Dinkes Pati Jelaskan Porsi dan Cara Aman Mengonsumsi Daging Saat Iduladha

Ahli Gizi Dinkes Pati Jelaskan Porsi dan Cara Aman Mengonsumsi Daging Saat Iduladha

Momentum Iduladha kerap diiringi peningkatan konsumsi daging di masyarakat, terutama daging sapi, kambing, dan domba. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mengingatkan pentingnya memperhatikan porsi, cara pengolahan, serta keseimbangan menu agar konsumsi daging tetap aman bagi kesehatan.

Ketua Tim Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Pati, Evi Rosdiana Sari, S.ST., R.D., menyampaikan bahwa daging merupakan sumber protein hewani dengan kandungan asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan. Menurutnya, daging bermanfaat bagi anak, terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan otak.

Selain protein, daging juga mengandung sejumlah zat gizi mikro. Evi menjelaskan, daging mengandung zinc yang baik untuk pertumbuhan dan daya tahan tubuh, zat besi yang lebih mudah diserap tubuh untuk membantu mencegah anemia, serta vitamin B12 yang berperan menjaga fungsi saraf dan otak.

Ia memaparkan, dalam 100 gram daging sapi segar terdapat energi sekitar 200–250 kilokalori, protein 18–20 gram, lemak 14–18 gram, zat besi 2–3 miligram, dan zinc 4–5 miligram. Meski bernilai gizi tinggi, konsumsi daging tetap dianjurkan dalam porsi yang tepat dan mengikuti pola makan gizi seimbang.

Menurut Evi, masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan daging sebagai menu utama, tetapi mengombinasikannya dengan sayur, buah, serta variasi sumber protein lain. Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi daging merah dan daging olahan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti kolesterol tinggi, hipertensi, penyakit jantung, obesitas, dan gangguan metabolik lainnya.

Terkait takaran, Evi menyebut konsumsi daging untuk orang dewasa idealnya 2–3 kali dalam sepekan dengan porsi 40–50 gram per sajian. Untuk anak-anak, konsumsi bisa lebih sering selama disesuaikan dengan kebutuhan gizi. Sementara ibu hamil diperbolehkan mengonsumsi dalam jumlah cukup, dengan anjuran 2–3 porsi sumber protein setiap hari, serta tambahan 1 porsi ekstra per hari pada trimester kedua dan ketiga guna memenuhi kebutuhan protein dan zat besi yang lebih tinggi.

Evi juga meluruskan anggapan bahwa lonjakan kolesterol atau hipertensi setelah Iduladha semata-mata disebabkan oleh daging. Ia menilai, risiko tersebut sering kali dipicu oleh cara memasak yang kurang tepat, seperti penggunaan santan kental yang dimasak berjam-jam, serta pemakaian garam dan kecap secara berlebihan.

Untuk mengolah daging dengan lebih aman, Evi menyarankan metode memasak seperti mengukus, merebus, atau memanggang, serta mengurangi kebiasaan menggoreng. Ia juga mengingatkan agar aktivitas bakar-bakaran dikurangi, terutama jika sampai menimbulkan bagian gosong karena dapat memunculkan zat karsinogenik yang berisiko memicu kanker.

Dari sisi pemilihan, ia menyarankan masyarakat memilih daging yang bersih, segar, mengilap, dengan warna merah muda hingga merah tua. Lemak pada daging disarankan dibuang, serta menghindari jeroan seperti hati, paru, dan usus.

Evi menjelaskan, daging secara umum terbagi menjadi daging merah dan daging putih. Daging merah berasal dari hewan ruminansia, sedangkan daging putih berasal dari unggas. Menurutnya, daging putih dari unggas seperti ayam umumnya memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan daging merah seperti sapi, kambing, atau kerbau.

Di akhir pesannya, Evi menegaskan daging bukan makanan yang harus dihindari, namun tidak boleh dikonsumsi berlebihan. Ia mengajak masyarakat lebih cermat memilih jenis daging, memperhatikan cara memasak, serta menyeimbangkan menu dengan sayur dan buah.