Beras fortifikasi dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi karena mengandung tambahan vitamin dan mineral. Ahli Gizi asal Kabupaten Sanggau, Dwi Mustika Wati, menilai penambahan zat gizi tersebut membuat beras fortifikasi memiliki nilai nutrisi yang lebih lengkap dibandingkan beras pada umumnya.
“Beras fortifikasi adalah beras yang ditambahkan beberapa jenis vitamin dan mineral. Jadi kandungannya itu lebih bagus dan baik dari beras pada umumnya,” kata Dwi Mustika Wati dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Senin (21/9/2026).
Ia menjelaskan, fortifikasi dilakukan untuk membantu mencukupi kebutuhan tubuh yang tidak selalu terpenuhi dari makanan sehari-hari. Selain itu, menurutnya, proses penggilingan beras dapat mengurangi sejumlah nutrisi penting.
“Fortifikasi dilakukan karena beras itu biasanya ketika digiling akan mengalami pengurangan zat-zat gizi yang ada di dalamnya. Nah, inilah alasan mengapa ada beras fortifikasi itu. Jadi beberapa zat penting yang sudah terbuang saat proses penggilingan, bisa ada kembali,” ujarnya.
Dwi menyebut sejumlah zat gizi yang ditambahkan melalui fortifikasi berperan penting dalam mendukung kesehatan. Kandungan yang umum ditambahkan meliputi zat besi, vitamin A, asam folat, vitamin B, mineral, zinc, dan selenium.
“Beberapa vitamin yang ditambahkan di beras ini biasanya seperti zat besi, vitamin A, asam folat, vitamin B, mineral, zinc, dan selenium. Ini adalah zat-zat yang sangat diperlukan oleh tubuh kita untuk mendukung kesehatan,” kata Dwi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memeriksa informasi kandungan gizi sebelum membeli beras fortifikasi. Dengan memahami zat apa saja yang ditambahkan, konsumen dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan gizi masing-masing.