BERITA TERKINI
Ahli Gizi: Asupan Gizi Seimbang Perlu Dimulai Sejak Kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Ahli Gizi: Asupan Gizi Seimbang Perlu Dimulai Sejak Kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Jakarta—Dietisien Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Luthfianti Diana Mauludiyah SGz, RD, menekankan pentingnya pemberian gizi seimbang sedini mungkin untuk mendukung perkembangan fisik dan kognitif anak. Menurut dia, upaya tersebut idealnya dimulai sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan.

Ia menjelaskan periode paling krusial berada pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang mencakup masa kehamilan selama 270 hari serta usia 0–2 tahun selama 730 hari. “Waktu paling krusial disebut 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak kehamilan atau 270 hari, usia 0–2 tahun atau 730 hari,” kata Luthfianti saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Selain itu, ia menambahkan kecukupan gizi juga perlu diperhatikan pada usia balita dan prasekolah, yakni 2–5 tahun, yang disebutnya sebagai fase eksplorasi dan perkembangan bahasa. Pada usia sekolah, anak memasuki fase belajar intensif sehingga membutuhkan energi dan nutrisi untuk mendukung konsentrasi.

Luthfianti menegaskan, gizi seimbang sebaiknya diberikan secara konsisten setiap hari, bukan hanya pada usia tertentu.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terlihat di sejumlah daerah. Ia mengatakan siswa tampak lebih aktif belajar dan lebih bugar saat beraktivitas.

“Dengan adanya MBG, anak-anak selalu semangat masuk sekolah. Di daerah-daerah, mereka kelihatannya lebih aktif belajar dan ketika beraktivitas, badannya kelihatan lebih kuat dan jarang sakit,” ujar Dadan dalam siniar yang diikuti di Jakarta, Selasa (20/1).

Dadan menyebut MBG telah menjangkau kurang lebih 58 juta penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak sekolah usia PAUD hingga SMA.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memahami kebutuhan gizi anak saat berada di rumah sebagai bentuk keberlanjutan paling penting dari program tersebut. Menurut dia, tanpa kesadaran tersebut, program tidak akan mencapai tujuan utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dadan juga menjelaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang perlu memperhatikan komposisi makanan. Dalam satu kali makan, ia menyebut perlu ada sumber energi, protein, lemak, dan serat agar kebutuhan angka kecukupan gizi (AKG) tubuh dapat tercukupi.