Keterbatasan lapak dan sulitnya mencari lokasi strategis dengan biaya terjangkau kerap menjadi kendala bagi orang yang ingin memulai usaha. Salah satu alternatif yang bisa dipilih adalah memanfaatkan mobil sebagai sarana berdagang keliling, dengan barang atau layanan yang disesuaikan kebutuhan.
Berjualan dari bagasi mobil dinilai menawarkan fleksibilitas lokasi dan memungkinkan penjual menjangkau pasar secara langsung. Konsepnya relatif sederhana dan tidak membutuhkan lahan luas. Selain itu, barang dagangan tidak perlu sering dibongkar-pasang saat berpindah tempat karena dapat disimpan di dalam kendaraan.
Berikut sejumlah ide usaha yang dapat dijalankan dari bagasi mobil.
1. Peralatan rumah tangga
Peralatan dan perlengkapan rumah tangga menjadi salah satu produk yang umum dijual dengan mobil, terutama jika kendaraan berukuran besar. Barang yang bisa ditawarkan antara lain perlengkapan kamar mandi (sikat gigi, handuk kecil, sabun, sampo, sabun cuci, sikat lantai, gayung), peralatan dapur (pengupas multifungsi, spatula, cetakan kue, penggorengan, centong nasi, piring plastik, sendok, garpu), produk kebersihan (lap, sikat, spons, pel, kanebo, sabun cuci piring, pewangi pakaian), serta penyimpanan dan organizer (hanger, rak kecil lipat, storage box, jepitan jemuran, toples).
2. Makanan berat
Produk makanan berat seperti bubur, nasi kuning, pecel, atau nasi uduk juga bisa dijual dari mobil, kerap disebut konsep “mobile kitchen”. Penjual biasanya memilih area ramai seperti taman, car free day, atau alun-alun. Untuk pembeli yang ingin makan di tempat, dapat disiapkan meja lipat dan tempat duduk.
3. Minuman segar
Usaha minuman segar dengan pilihan seperti es cincau, es teh, es kelapa muda, atau es jeruk dapat dikemas praktis di bagasi. Lokasi yang disarankan adalah area ramai dan strategis, misalnya dekat tempat olahraga, sekolah, atau perkantoran.
4. Makanan ringan
Camilan atau snack termasuk pilihan usaha yang tidak selalu membutuhkan modal besar. Produk yang bisa dijual antara lain keripik singkong, mi lidi, basreng, makaroni pedas, kerupuk seblak, dan keripik kaca. Penjualan dapat dilakukan secara ecer dengan alat takar atau menggunakan kemasan kecil siap jual, dengan perhatian pada tampilan kemasan agar menarik.
5. Pakaian
Bagi yang berminat di bidang fesyen, pakaian bisa menjadi pilihan, mulai dari kemeja, celana, pakaian muslim, baju anak, hingga pakaian bekas (preloved).
6. Oleh-oleh tradisional
Oleh-oleh tradisional seperti gantungan kunci, kaus, keripik, permen olahan, kerajinan bambu, dan kue kering dapat dipasarkan di lokasi yang ramai wisatawan, misalnya alun-alun, terminal, bandara, objek wisata ikonik, atau titik keramaian lainnya.
7. Food truck
Mobil van yang tidak terpakai dapat dialihfungsikan menjadi food truck dengan konsep ringkas dan pembelian take away. Produk yang disebut dapat dipertimbangkan antara lain makanan yang sedang diminati seperti korean food, misalnya kimbap, samyang roll, atau corndog.
8. Sayur dan buah
Berjualan sayur dan buah keliling dengan mobil dinilai lebih hemat dan praktis dibanding membuka kios. Penjual cukup menyiapkan kotak penyimpanan untuk sayur dan buah. Model ini juga disebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak sempat atau enggan pergi ke pasar maupun swalayan.
9. Kopi keliling
Kopi keliling disebut sebagai peluang yang masih jarang namun dibutuhkan, dengan target konsumen luas. Usaha ini membutuhkan mobil dengan bagasi luas untuk menyimpan peralatan saji, bahan kopi, dan mesin. Penjual dapat menambahkan spanduk atau papan menu, serta menjaga kebersihan selama berjualan.
10. Aksesoris dan kerajinan (craft)
Produk kreatif seperti pernak-pernik, hiasan dinding, kain tradisional, sabun handmade, lukisan, gelang, anting, makrame, hingga tas dari kain tenun dapat dijual dari mobil. Pemasaran disebut berpotensi lebih cepat jika dilakukan di area dekat sentra kerajinan atau destinasi wisata.
11. Merchandise K-pop
Merchandise K-pop menjadi opsi lain karena basis penggemarnya besar dan loyal. Produk yang bisa ditawarkan misalnya pakaian dengan desain unik, dekorasi lightstick, boneka, aksesoris bertema K-pop, atau mystery box. Selain K-pop, merchandise klub olahraga atau Japanese Pop juga dapat dijual, seperti photo card, bando, kaus, gelang, dan syal.
Berbagai ide tersebut dapat dijadikan usaha sampingan maupun pekerjaan utama. Namun, modal tetap menjadi faktor penting agar usaha dapat berjalan, terutama untuk pengadaan barang dan perlengkapan pendukung.