Penuaan merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari. Meski demikian, sejumlah makanan—terutama buah dan sayur—sering dikaitkan dengan upaya membantu menghambat berbagai efek penuaan, baik yang tampak pada kulit maupun yang berkaitan dengan fungsi organ tubuh.
Dalam konteks ini, “awet muda” tidak semata soal penampilan. Penuaan dapat ditandai penurunan berbagai fungsi tubuh sekaligus munculnya gejala pada kulit, seperti berkurangnya elastisitas dan timbulnya kerutan. Berikut deretan makanan dan minuman yang kerap disebut dapat mendukung tubuh tetap dalam kondisi terbaik.
1. Buah delima
Delima dikenal memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Buah berwarna merah ini juga mengandung vitamin C yang disebut dapat membantu mencegah efek kerutan akibat paparan sinar matahari. Selain itu, delima mengandung asam ellagic dan punicalagin, dua nutrisi yang dikaitkan dengan kemampuan melawan radikal bebas dan meningkatkan produksi kolagen pada kulit.
2. Teh hijau (green tea)
Teh hijau mengandung polifenol, antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas. Polifenol dalam teh hijau disebut dapat membantu mengurangi penuaan kulit akibat paparan matahari dan polusi. Studi dalam jurnal Nutrients (2019) juga mengaitkan konsumsi teh hijau dengan peningkatan kesehatan jantung, pengurangan berat badan, serta penurunan risiko kanker.
3. Alpukat
Alpukat disebut mengandung senyawa alkohol polihidroksi lemak yang dikaitkan dengan perlindungan kulit dari paparan sinar matahari dan perbaikan DNA yang rusak. Buah ini juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang disebut memberikan perlindungan ganda pada kulit, sehingga membantu kulit tetap kencang dan tidak mudah keriput.
4. Ikan berlemak
Ikan berlemak merupakan sumber omega-3 yang disebut dapat meningkatkan produksi protein dan kolagen kulit—keduanya berperan menjaga elastisitas. Omega-3 juga dikaitkan dengan manfaat lain, seperti membantu melawan penyakit jantung dan peradangan.
5. Tomat
Tomat mengandung likopen, sejenis karotenoid yang disebut dapat melawan efek sinar UV pada kulit yang dapat memicu masalah seperti kerutan halus. Untuk membantu penyerapan likopen, tomat dapat dimasak dengan minyak zaitun yang juga mengandung lemak sehat.
6. Cokelat hitam
Cokelat hitam merupakan sumber polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Makanan ini juga mengandung flavonoid yang dikaitkan dengan pemeliharaan kesehatan jantung, pencegahan diabetes, serta mempertahankan fungsi kognitif. Konsumsinya disarankan dalam jumlah wajar dan tanpa pemanis tambahan.
7. Blueberry
Blueberry disebut dapat membantu memperlambat efek penuaan dan mendukung kesehatan kulit. Buah ini mengandung antosianin, senyawa yang dikaitkan dengan penurunan kerusakan sel akibat radikal bebas. Dalam rujukan yang sama, konsumsi sekitar 350 gram blueberry per hari disebut dapat membantu menghindari garis halus dan keriput.
8. Brokoli
Brokoli disebut sebagai salah satu makanan yang perlu dikonsumsi rutin untuk mendukung kondisi tubuh tetap bugar. Studi pada hewan uji dalam jurnal Geroscience (2019) menyebut diet dengan memasukkan 10% brokoli dalam menu harian dapat mengurangi stres oksidatif terkait usia, yang dikaitkan dengan kandungan antioksidan sulforaphane. Pada manusia, brokoli telah lama dikaitkan dengan kesehatan pencernaan, tulang dan gigi, serta penurunan risiko kanker.
9. Bayam
Bayam mengandung beta karoten dan lutein yang disebut dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit. Bayam juga mengandung fitonutrien, senyawa antioksidan yang dikaitkan dengan perlindungan kulit dari sinar matahari, sehingga membantu menjaga kulit tetap sehat.
10. Kacang almon
Almon merupakan sumber asam lemak dan antioksidan yang disebut dapat menjaga lapisan kulit serta mencegah tanda penuaan akibat radikal bebas. Riset dalam jurnal Phytotherapy Research (2019) menyebut konsumsi almon setiap hari dapat mengurangi keparahan kerutan pada wanita pasca-menopause dan berpotensi memberi manfaat antiaging alami.
Berbagai makanan di atas kerap dikaitkan dengan upaya menjaga kulit dan fungsi tubuh tetap prima seiring bertambahnya usia. Namun, penuaan tetap merupakan proses biologis yang wajar, sehingga pola makan seimbang dan kebiasaan hidup sehat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

