BERITA TERKINI
10 Ide Jualan Makanan Khas Imlek yang Banyak Dicari untuk Hantaran dan Perayaan

10 Ide Jualan Makanan Khas Imlek yang Banyak Dicari untuk Hantaran dan Perayaan

Perayaan Tahun Baru Imlek kerap menjadi momen penting bagi pelaku usaha kuliner untuk menangkap lonjakan permintaan, terutama untuk makanan yang lazim dijadikan hantaran atau hampers bagi keluarga, kolega, hingga relasi bisnis. Di Indonesia, tradisi berbagi hidangan bernilai simbolis membuat pasar makanan dan minuman musiman ini terbuka luas, baik untuk pembelian individu maupun kebutuhan korporat.

Imlek tidak hanya dipahami sebagai perayaan budaya, tetapi juga momentum perputaran ekonomi yang besar. Akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia turut membentuk selera pasar yang unik, ketika makanan tradisional dipadukan dengan penyajian modern tanpa meninggalkan makna filosofisnya—mulai dari simbol kemakmuran, panjang umur, hingga kebahagiaan.

Bagi penjual, kualitas bahan dan ketepatan waktu pengiriman menjadi kunci. Sejumlah menu Imlek memiliki karakter segar atau tekstur tertentu, sehingga sistem pre-order (PO) dinilai efektif untuk menjaga mutu sekaligus mengatur produksi. Berikut 10 ide jualan makanan khas Imlek yang dinilai relevan dan banyak dicari, beserta gambaran peluangnya.

1. Kue keranjang (nian gao) custom dan premium
Kue keranjang termasuk produk yang identik dengan Imlek, namun kerap dianggap kurang menarik karena teksturnya padat dan rasanya cenderung seragam. Peluang muncul ketika produk dikembangkan melalui variasi rasa seperti cokelat, keju, atau pandan, termasuk versi mini bites agar lebih praktis dikonsumsi.

Dari sisi penjualan, kemasan eksklusif dengan desain shio tahun berjalan dapat memperkuat daya tarik sebagai hadiah, bukan sekadar konsumsi keluarga.

2. Lapis legit berbahan mentega Wisman
Lapis legit sering diposisikan sebagai hantaran bernilai tinggi karena proses pembuatan yang rumit dan makna “kemakmuran bertumpuk”. Untuk menyasar segmen premium, penggunaan mentega Wisman disebut menjadi faktor penting terkait aroma dan tekstur.

Strategi penjualan dapat dilakukan dengan menawarkan beberapa ukuran loyang, serta opsi tester pack kecil agar calon pembeli dapat mencoba rasa sebelum memesan ukuran lebih besar.

3. Yu Sheng ready-to-toss
Yu Sheng memiliki potensi karena tidak semua orang dapat menyiapkan beragam sayuran iris halus dan pelengkapnya. Paket siap aduk dapat berisi irisan sayur warna-warni, kerupuk pangsit, kacang tanah, wijen, dan saus plum dalam wadah besar.

Nilai tambah lain adalah penyertaan panduan cara mengaduk Yu Sheng beserta doa-doa yang biasa diucapkan, sehingga konsumen memperoleh pengalaman tradisi Lo Hei yang praktis di rumah.

4. Hampers kue kering (nastar dan kastengel)
Kue kering menjadi pilihan karena daya simpannya lebih panjang dibanding kue basah, sehingga memungkinkan pengiriman ke luar kota. Nastar untuk Imlek juga kerap dimodifikasi dalam bentuk nanas atau jeruk mandarin yang diasosiasikan dengan keberuntungan.

Penjual dapat menawarkan bundling beberapa jenis kue dalam keranjang rotan atau kotak kayu, dilengkapi pita merah dan kartu ucapan kustom untuk segmen anggaran menengah.

5. Ikan bandeng presto atau pindang
Di sejumlah komunitas Tionghoa peranakan, khususnya di Jakarta, ikan bandeng berukuran besar disebut sebagai sajian wajib. Bandeng ukuran 1–2 kg per ekor dapat diolah menjadi pindang berbumbu rempah atau dipresto agar durinya lunak.

Sistem PO dinilai efektif, dengan pengiriman satu hari sebelum malam Imlek. Penyajian ikan utuh dalam wadah panjang yang menarik juga memudahkan konsumen untuk langsung menghidangkannya.

6. Jiaozi (dumpling) frozen dan matang
Jiaozi menjadi menu pembuka yang digemari dan dinilai memiliki margin yang menarik. Variasi kulit berwarna-warni dengan pewarna alami—misalnya hijau dari sawi atau merah dari bit—dapat memperkuat kesan meriah.

Produk bisa dijual dalam kemasan frozen berisi 10–20 buah, dilengkapi saus cocolan jahe dan cuka hitam sebagai solusi praktis bagi konsumen yang ingin menyajikan menu autentik dengan cepat.

7. Puding lapis karakter (koi dan bunga teratai)
Puding kerap dipilih sebagai hidangan penutup untuk menyeimbangkan makanan berat saat Imlek. Bentuk ikan koi melambangkan kelimpahan, sementara bunga teratai melambangkan kesucian. Teknik lapis rapi dan gradasi warna halus menjadi daya tarik utama.

Penggunaan bahan berkualitas seperti susu cair segar dan buah asli dapat memperkuat kesan premium, sementara promosi visual melalui katalog foto di media sosial membantu menarik perhatian.

8. Mie panjang umur (siu mie) dalam box
Siu mie dapat dijual dalam format hampers box atau nampan besar. Kelezatan disebut bergantung pada penggunaan minyak wijen, bumbu yang meresap, serta topping seperti telur merah, jamur hioko, dan udang.

Penjual dapat menawarkan paket keluarga besar dan paket personal box untuk kebutuhan hantaran ke kantor. Pengemasan juga perlu memastikan mie tetap utuh dan kenyal saat diterima.

9. Manisan segi delapan (tray of happiness)
Produk ini dinilai minim risiko karena menggunakan bahan kering yang tahan lama. Manisan ditata dalam wadah bersekat delapan, angka yang dianggap membawa keberuntungan.

Isian dapat berupa manisan buah pala, jeruk, biji teratai, hingga kacang-kacangan. Kartu penjelasan arti masing-masing isian bisa menjadi nilai tambah bagi konsumen.

10. Jeruk mandarin dengan dekorasi unik
Jeruk mandarin melimpah saat Imlek, namun peluang muncul ketika dijual sebagai hantaran siap kirim. Penjual dapat menyeleksi jeruk seperti Lukan atau Ponkan, lalu menambahkan dekorasi seperti stiker kaligrafi emas atau mengemasnya dalam box transparan.

Jeruk biasanya dijual dalam jumlah genap, misalnya 8 atau 12 buah, sesuai kepercayaan yang berkembang. Model ini dinilai cocok bagi pelaku usaha bermodal terbatas yang mengandalkan kreativitas kemasan.

Waktu pemasaran dan penentuan harga
Untuk memaksimalkan penjualan, pemasaran disarankan dimulai 3–4 minggu sebelum hari H, terutama jika menggunakan sistem PO. Kemasan disebut berpengaruh besar karena banyak pembeli mencari produk untuk hadiah atau hantaran.

Target pasar umumnya mencakup keluarga yang merayakan Imlek, instansi perusahaan, serta individu yang ingin memberikan hadiah kepada relasi bisnis. Dalam menentukan harga, pendekatan berbasis nilai dapat dipertimbangkan dengan menyesuaikan kualitas bahan dan keunikan desain kemasan.