Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengapresiasi kehadiran Rumah Makan Lempah Kuning “Daun Simpur” yang mengusung konsep kearifan lokal dan dinilai mampu menyerap puluhan tenaga kerja di tengah tantangan ekonomi. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan pada Minggu, 27 September 2026.
Menurut Saparudin, Pemerintah Kota Pangkalpinang mendukung pelaku usaha yang membangun bisnis di daerah, termasuk sektor kuliner. Ia berharap mayoritas pekerja yang direkrut berasal dari masyarakat Bangka yang membutuhkan pekerjaan.
Ia juga menyampaikan kesiapan pemerintah kota untuk bersinergi melalui Dinas Tenaga Kerja, terutama dalam bentuk pelatihan vokasi. Salah satu program yang disebutkan adalah pelatihan rutin, termasuk pelatihan barista kopi, yang dapat dimanfaatkan tenaga kerja di usaha kuliner agar semakin profesional.
Selain aspek ketenagakerjaan, Pemkot menyatakan optimistis kuliner lokal unggulan dapat ikut mendorong sektor pariwisata serta berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Pemilik usaha, Bang Agus, menjelaskan penamaan “Daun Simpur” dipilih untuk mengangkat kearifan lokal. Daun simpur yang dikenal sebagai daun khas Bangka kerap digunakan sebagai wadah makanan dan dinilai melambangkan daya tahan serta keharuman cita rasa.
Dari sisi pelayanan, pengelola menawarkan konsep open kitchen agar pengunjung dapat melihat proses pengolahan makanan. Agus mengatakan konsep ini ditujukan untuk menunjukkan proses memasak yang higienis, terjaga kebersihannya, serta menggunakan bahan dan rempah segar.
Pengelola warung, Adi, menyebut jumlah karyawan mencapai 50 orang, dengan 99 persen di antaranya merupakan warga lokal dari Pangkalpinang, Toboali, Bangka Barat, dan Bangka Tengah. Ia menambahkan, tempat ini juga dijadikan wadah pelatihan bagi pekerja yang belum memiliki keterampilan hingga menjadi mahir.
Adi menyampaikan, rumah makan tersebut menerapkan harga yang disebut ramah di kantong dengan sistem per ons mulai Rp25.000. Selain itu, nasi dan lalapan diberikan secara gratis.