BERITA TERKINI
Warganet Bagikan Cara Menjernihkan Minyak Bekas Goreng Ikan dengan Margarin

Warganet Bagikan Cara Menjernihkan Minyak Bekas Goreng Ikan dengan Margarin

Menggoreng ikan masih menjadi salah satu cara memasak yang paling sering dilakukan di dapur rumahan. Prosesnya relatif sederhana, namun menyisakan persoalan yang kerap ditemui: minyak goreng yang baru sekali dipakai biasanya cepat berubah menjadi gelap dan berbau amis setelah digunakan untuk menggoreng ikan.

Kondisi tersebut membuat banyak orang memilih membuang minyak, meski pemakaiannya baru satu kali. Padahal, minyak bekas goreng ikan disebut masih bisa dijernihkan dan baunya dikurangi melalui metode tertentu.

Salah satu cara yang sudah lebih dikenal adalah menggunakan larutan tepung terigu. Larutan ini dicampurkan ke minyak panas agar partikel sisa penggorengan menempel, lalu minyak disaring. Namun, ada metode lain yang dibagikan warganet melalui media sosial, yakni memanfaatkan margarin.

Cara tersebut dibagikan oleh pemilik akun TikTok @justmerisma. Dalam unggahannya, ia menunjukkan minyak bekas menggoreng ikan yang tampak hitam pekat dan beraroma amis, lalu mencoba menjernihkannya dengan margarin.

Langkah yang diperagakan dimulai dengan memanaskan wajan menggunakan api kecil hingga sedang, kemudian memasukkan margarin dan membiarkannya meleleh. Setelah margarin mencair, minyak bekas dituang ke wajan dan diaduk perlahan agar tercampur rata. Proses pemanasan dilakukan sebentar sambil terus diaduk. Ketika minyak terlihat lebih jernih, kompor dimatikan, minyak didinginkan, lalu disaring menggunakan kain bersih atau saringan halus sebelum disimpan.

Dalam penjelasan yang menyertai metode tersebut, margarin disebut mengandung komponen lemak padat serta pengemulsi seperti lesitin. Pengemulsi ini dinilai dapat membantu mengikat partikel kotoran yang tersuspensi dalam minyak, sehingga kotoran lebih mudah terpisah saat minyak didinginkan dan kemudian disaring.

Meski demikian, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan kembali minyak goreng yang sudah dijernihkan. Minyak yang sejak awal sudah sangat gelap dan berbau tengik disebut tidak bisa dipulihkan hanya dengan penjernihan fisik. Penggunaan ulang minyak juga disarankan dibatasi maksimal 2–3 kali. Selain itu, minyak sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup dan dijauhkan dari cahaya langsung untuk memperlambat oksidasi. Minyak hasil penjernihan juga lebih dianjurkan dipakai untuk menggoreng bahan sejenis, misalnya ikan lagi, karena sisa aroma masih mungkin tertinggal.

Untuk takaran, tidak ada ukuran baku. Namun sebagai panduan umum, satu sendok makan margarin disebut cukup untuk menjernihkan sekitar 300–500 ml minyak, dengan penyesuaian sesuai volume minyak yang diproses.

Jika minyak sudah tidak layak pakai, pembuangannya disarankan tidak dilakukan langsung ke saluran air atau tanah karena berpotensi mencemari lingkungan. Minyak dapat ditampung dalam wadah tertutup, misalnya botol plastik bekas, lalu diserahkan ke tempat pengumpulan minyak jelantah yang tersedia di sejumlah lokasi.