BERITA TERKINI
Video Menu MBG di SD Tamansiswa Subang Viral, BGN Tegaskan Tak Ada Toleransi atas Kelalaian

Video Menu MBG di SD Tamansiswa Subang Viral, BGN Tegaskan Tak Ada Toleransi atas Kelalaian

Sebuah video yang diduga direkam di SD Taman Siswa, Jalan Sukawera RT 02/03, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, mendadak viral di media sosial. Video tersebut menampilkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan lauk ayam goreng yang diduga mengandung belatung, sehingga memicu kekhawatiran publik terkait keamanan pangan bagi siswa sekolah dasar.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, saat menu MBG disajikan untuk makan siang siswa. Menu tersebut diketahui berasal dari dapur MBG Muara Blanakan yang memasok makanan ke sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Blanakan.

Dalam video yang beredar, kamera menyorot ayam goreng krispi yang telah dipotong-potong. Terlihat benda putih kecil bergerak di sela daging dan lapisan tepung, sementara perekam video bereaksi histeris dan menunjukkan bagian makanan yang dipersoalkan.

Viralnya video tersebut memantik reaksi masyarakat dan mendorong rencana pelaporan. Informasi yang dihimpun menyebutkan temuan itu akan dilaporkan ke Tipiter TNI dan Dinas Kesehatan, serta telah diketahui pihak kecamatan dan koordinator lapangan (korlap) Kecamatan Blanakan, dengan tujuan memperketat pengawasan di tingkat wilayah agar dugaan kecerobohan serupa tidak terulang.

Menanggapi sorotan terhadap pelaksanaan MBG, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dr. Dadan Hindayana menegaskan keamanan dan kelayakan makanan sebagai prinsip utama yang tidak bisa ditawar dalam program tersebut.

“Program Makan Bergizi Gratis harus memenuhi standar keamanan pangan dan higienitas yang ketat. Tidak ada toleransi terhadap kelalaian, terlebih jika menyangkut konsumsi anak-anak,” kata Dadan.

Ia menyatakan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia, proses pengolahan, rantai distribusi, hingga pengawasan di lapangan. Jika ditemukan pelanggaran, BGN disebut akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Salah satu warga, Eko Amirani Firmansyah, menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan dilaporkannya dan tidak cukup diselesaikan melalui jalur administratif.

“Masalah ini akan saya laporkan. Tidak hanya lewat call center. Saya akan mengadukan langsung ke Jakarta. Ini menyangkut kesehatan anak-anak,” ujar Eko.

Ia menekankan kesehatan anak merupakan hal yang tidak bisa dikompromikan. “Kalau menyangkut kesehatan anak, itu sama dengan menyangkut nyawa manusia. Tidak boleh ada kompromi. Jangan sampai program yang niatnya baik justru membahayakan generasi masa depan,” katanya.

Eko juga mendesak agar pemerintah pusat melakukan evaluasi langsung untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi di daerah lain.

BGN menyatakan membuka kanal pengaduan resmi bagi masyarakat yang menemukan dugaan masalah dalam pelaksanaan program MBG. Kanal tersebut meliputi Call Center 127 (Sahabat SAGI), hotline WhatsApp/telepon 0882-9380-0268 (Operator 1) dan 0882-9380-0376 (Operator 2) dengan layanan 24 jam, situs bgn.lapor.go.id, serta email halo@bgn.go.id.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak dapur penyedia MBG di wilayah Kecamatan Blanakan terkait video yang viral tersebut.