Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian warganet setelah sebuah unggahan di media sosial X menampilkan menu yang dinilai tidak lazim. Unggahan itu memperlihatkan burger dengan isian kacang panjang dan wortel, yang kemudian memicu perdebatan dan berujung pada peringatan yang disebut berasal dari permintaan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Sorotan bermula dari akun X @glowinbeautyy yang membagikan keluhan terkait menu MBG yang diterima adik dari temannya. Dalam unggahan tersebut, terlihat sebuah burger dengan isian kacang panjang dan wortel. Akun itu menuliskan, “Story temenku. Lailahaillah, yang bener aja MBG. Masa burger isi kacang panjang dan wortel??????? Really?????”
Unggahan itu kemudian viral dan memunculkan berbagai komentar dari pengguna X. Banyak warganet mempertanyakan kesesuaian menu tersebut dengan ekspektasi publik terhadap program MBG, yang selama ini dipandang sebagai upaya pemenuhan gizi untuk anak-anak.
Tidak lama setelah unggahan tersebut ramai, @glowinbeautyy kembali memposting tangkapan layar email yang disebut diterimanya dari X. Dalam unggahan itu, ia menuliskan, “Sumpah kaget banget tiba2 ada email ini….. anjay lah komdigi,” seraya menunjukkan peringatan terkait konten yang diunggahnya.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan, peringatan tersebut menyebut konten unggahan dinilai melanggar ketentuan hukum di Indonesia atas permintaan Komdigi. Dalam peringatan itu, Komdigi meminta pemilik akun melakukan evaluasi terhadap konten yang diunggah. Meski disebut masih sebatas peringatan dan belum disertai sanksi lanjutan, respons tersebut memicu reaksi keras dari warganet.
Peristiwa ini kemudian turut dibagikan akun Instagram kabarmahasiswa.id dengan unggahan bernada satir, “Posting MBG diapresiasi ❌ Posting MBG dapat surat cinta ✅.”
Di kolom komentar, sejumlah warganet menilai respons Komdigi berlebihan dan terkesan antikritik. “Ngeri banget, anti kritik..,” tulis seorang warganet. Ada pula yang menyoroti ketimpangan penanganan isu digital. “Giliran judol sama telpon spam ga di berantas komdigi,” kritik warganet lainnya. Komentar lain menegaskan masyarakat berhak menyampaikan kritik karena program MBG dibiayai dari uang publik. “Itu dana MBG dari rakyat ...dan rakyat berhak bersuara jk gak dapat yg selayaknya,” tulis warganet.

