BERITA TERKINI
Trik Pruning Tanaman Terong agar Subur dan Buah Lebih Besar, Tanpa Bumbu Dapur

Trik Pruning Tanaman Terong agar Subur dan Buah Lebih Besar, Tanpa Bumbu Dapur

Terong atau eggplant merupakan tanaman berbunga dari kelompok nightshade yang masih berkerabat dengan kentang, tomat, dan paprika. Tanaman ini memiliki banyak varietas, di antaranya terong ungu, belanda, telunjuk, bulat, dan putih. Teksturnya yang lembut membuat terong kerap diolah menjadi beragam masakan, sehingga permintaannya di pasaran cukup tinggi dan mendorong banyak orang menanamnya di pekarangan rumah.

Dalam perawatan tanaman terong, sebagian orang memanfaatkan bumbu dapur seperti garam dan penyedap rasa sebagai pupuk alami untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Namun, sebuah konten di TikTok dari akun @im_widiii membagikan alternatif perawatan yang disebut lebih hemat, yakni tanpa menggunakan bumbu dapur.

Metode yang ditunjukkan adalah pruning atau pemangkasan bagian tertentu tanaman terong. Teknik ini disarankan dilakukan ketika tanaman berumur sekitar 3–4 minggu, dengan syarat tanaman sudah memasuki masa generatif yang ditandai munculnya bunga.

Prosesnya dilakukan dengan menarik perlahan menggunakan tangan tunas air serta beberapa daun di bagian bawah tanaman. Langkah ini diteruskan hingga bagian bawah tanaman bersih dari tunas air dan daun berukuran kecil. Menurut penjelasan dalam video, cara tersebut membantu sinar matahari masuk sampai ke bagian bawah tanaman.

Selain cahaya, sirkulasi udara dan air juga disebut menjadi lebih baik hingga ke bagian bawah. Disebutkan pula, praktik pruning dapat membantu memfokuskan nutrisi ke cabang utama yang memproduksi buah, sehingga hasil panen berpotensi lebih besar dan lebih banyak.

Setelah pruning dilakukan, tanaman terong perlu tetap disiram secara rutin. Dalam konten tersebut, terong disebut umumnya siap dipanen sekitar 15–18 hari setelah bunga muncul. Salah satu tanda terong siap dipanen adalah ketika warna kulitnya tampak mengilap.