Menyimpan beras dalam jumlah banyak kerap menjadi pilihan agar tidak perlu sering berbelanja. Namun, beras yang disimpan terlalu lama bisa memunculkan masalah umum: kutu beras. Meski disebut tidak membahayakan kesehatan, keberadaan hama ini dapat menurunkan kualitas dan nutrisi beras, sekaligus menimbulkan rasa tidak nyaman saat dilihat di wadah penyimpanan.
Sebuah video yang beredar di TikTok dari akun @maizalzairi menunjukkan cara sederhana untuk mengurangi kutu beras dengan memanfaatkan dua bahan alami, yakni daun legondi dan jeruk nipis. Dalam video tersebut, beras yang tampak dipenuhi kutu dipindahkan ke wadah bersih, lalu diberi kedua bahan tersebut.
Langkah yang ditunjukkan dimulai dengan menyiapkan wadah bersih untuk menampung beras yang terkontaminasi. Setelah itu, daun legondi dan potongan jeruk nipis diletakkan di dasar wadah. Beras kemudian dituangkan ke dalam wadah tersebut, lalu ditambahkan lagi daun legondi dan jeruk nipis di bagian atas. Campuran ini didiamkan selama sekitar dua jam.
Setelah dua jam, kutu beras terlihat keluar dari beras dan meninggalkan wadah. Hasil akhirnya menunjukkan beras menjadi lebih bersih, meski masih mungkin tersisa beberapa kutu. Namun jumlahnya disebut jauh berkurang dibanding kondisi awal.
Metode ini dijelaskan bekerja karena aroma daun legondi dan jeruk nipis yang tidak disukai kutu beras. Bau dari kedua bahan tersebut membuat kutu merasa tidak nyaman sehingga keluar dengan sendirinya. Cara ini juga dinilai lebih aman dibanding penggunaan bahan kimia.
Untuk mencegah kutu kembali muncul, beras disarankan disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. Dalam keterangan tambahan, daun legondi juga disebut dapat diganti dengan daun salam atau daun pandan karena aromanya serupa dan tidak disukai kutu beras.