BERITA TERKINI
Tren Wisata 2026: Pelancong Diprediksi Kembali ke Destinasi Lama dan Memilih Perjalanan yang Lebih Bermakna

Tren Wisata 2026: Pelancong Diprediksi Kembali ke Destinasi Lama dan Memilih Perjalanan yang Lebih Bermakna

Tren wisata pada 2026 diperkirakan bergerak ke arah perjalanan yang lebih personal dan tidak semata mengejar destinasi baru atau yang sedang viral. Sejumlah wisatawan justru diprediksi akan kembali mengunjungi tempat-tempat yang sudah akrab, alih-alih terus berburu lokasi baru.

Prediksi itu disampaikan penulis perjalanan Trinity saat ditemui usai peluncuran buku terbarunya, Di Luar Radar, pada Minggu (11/1/2026). Menurutnya, kecenderungan pelancong saat ini mengarah pada pengulangan perjalanan yang sebelumnya terasa terburu-buru, dengan gaya liburan yang lebih santai seperti staycation.

Trinity menyebut kecenderungan tersebut sebagai purposeful travel, yakni perjalanan yang berfokus pada tujuan tertentu dan memberi dampak bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Bentuknya bisa beragam, misalnya mengikuti kelas memasak atau mempelajari budaya setempat selama berwisata.

Konsep purposeful travel dinilai berlawanan dengan tren wisata viral. Jika wisata viral menekankan kunjungan ke tempat yang ramai diperbincangkan, maka perjalanan bertujuan lebih mengutamakan makna dan pengalaman. Trinity menilai tren ini cenderung diminati generasi milenial atau generasi yang lebih tua.

Prediksi Trinity sejalan dengan laporan tren perjalanan 2026 dari Skyscanner. Dalam laporan tersebut, Skyscanner mencatat wisatawan semakin memilih perjalanan yang sesuai minat pribadi dan gaya hidup, bukan sekadar mengejar destinasi populer.

CEO Skyscanner Bryan Batista menyatakan bahwa pada 2026 pelancong akan memilih destinasi dan menyusun rencana perjalanan yang terasa kurang seperti pelarian, dan lebih sebagai ekspresi diri. Bentuknya antara lain dengan merencanakan tempat yang wajib dikunjungi di sekitar hotel, mengajak seluruh anggota keluarga bepergian, hingga menyusun perjalanan berdasarkan hobi.

Meski demikian, faktor biaya disebut tetap menjadi pertimbangan penting. Trinity juga menilai tren purposeful travel tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat. Sambil menunggu situasi ekonomi dunia lebih stabil, sebagian orang diperkirakan memilih destinasi yang pernah dikunjungi karena dinilai lebih terukur dari sisi perencanaan dan pengeluaran.

Selain faktor ekonomi, Trinity memprediksi tren wisata 2026 turut dipengaruhi pembukaan rute penerbangan baru. Ia mencontohkan penerbangan langsung Kuala Lumpur–Tashkent, Uzbekistan, yang diresmikan maskapai AirAsia X (AAX) pada akhir 2025. Ia juga menyoroti kecenderungan maskapai tertentu yang mendorong penumpang tinggal lebih lama di kota transit seperti Doha atau Dubai, bukan sekadar singgah.