BERITA TERKINI
Tren Minuman 2026: Non-Alkohol Menguat, Rasa Nostalgia Kian Diminati

Tren Minuman 2026: Non-Alkohol Menguat, Rasa Nostalgia Kian Diminati

Minuman tanpa alkohol diprediksi menjadi penggerak utama pertumbuhan industri minuman global menuju 2026. Tren ini juga dibarengi menguatnya minat terhadap rasa-rasa bernuansa nostalgia yang dinilai lebih akrab dan memikat, terutama bagi konsumen muda.

Data yang dikutip dari Botrista menunjukkan pertumbuhan kategori minuman non-alkohol pada 2024 mencapai sekitar 10 persen, melampaui pertumbuhan kategori alkohol. Secara global, pasar minuman diproyeksikan mencapai USD 1.997,25 miliar pada 2030, menandakan potensi komersial yang besar bagi segmen tanpa alkohol.

Perubahan selera ini banyak didorong oleh Gen Z. Dalam empat tahun terakhir, konsumsi alkohol disebut menurun hingga 25 persen. Selain itu, 49 persen Gen Z menilai pengurangan alkohol menjadi hal penting bagi kesehatan mereka pada 2026.

Seiring pergeseran tersebut, konsep “sober curious” tidak lagi dipandang sebagai gaya hidup alternatif semata. Aktivitas sosial yang mengandalkan minuman non-alkohol, termasuk soft clubbing dengan minuman berkafein, dilaporkan semakin populer. Bahkan, coffee clubbing disebut tumbuh hingga 478 persen berdasarkan data industri.

Di sisi lain, minuman fungsional turut mengalami peningkatan karena menawarkan manfaat lebih dari sekadar bebas alkohol. Soda prebiotik dan probiotik, misalnya, diperkirakan mencapai nilai USD 766,1 juta pada 2030. Konsumen disebut mencari manfaat kesehatan seperti dukungan pencernaan dan hidrasi yang lebih optimal.

Selain faktor kesehatan, aspek emosional juga berperan dalam pilihan minuman. Sekitar 52 persen konsumen muda dilaporkan lebih menyukai rasa klasik yang familiar. Sejumlah flavor bernuansa nostalgia seperti Rocket Pop, termasuk kombinasi rasa manis-pedas, disebut mengalami peningkatan popularitas.

Tren lain yang menguat adalah dessert-inspired drinks yang kian mengaburkan batas antara minuman dan camilan manis. Varian seperti carrot cake dan dulce de leche menghadirkan pengalaman minum yang lebih indulgent. Dalam pengembangannya, perancang minuman juga disebut berupaya menambahkan manfaat fungsional tanpa menambah kalori secara berlebihan.

Memasuki 2026, minuman yang diperkirakan paling sukses adalah yang mampu menggabungkan rasa nostalgia dan aspek kesehatan dalam satu produk. Generasi muda juga semakin menjadikan minuman sebagai medium ekspresi diri melalui kustomisasi bahan. Dengan demikian, kunci daya tariknya terletak pada rasa yang memuaskan sekaligus memberi manfaat kesehatan.