Sebuah tren penurunan berat badan yang viral di China dilaporkan memicu kekhawatiran karena dinilai ekstrem dan berisiko tinggi. Metode yang beredar di media sosial itu disebut melibatkan pencampuran teh dengan enema gliserin.
Sejumlah anak muda dilaporkan jatuh sakit setelah mencoba cara tersebut, hingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Praktik ini dinilai berbahaya dan dapat menimbulkan dampak kesehatan serius.
Kasus-kasus ini menyoroti risiko mengikuti tren diet ekstrem tanpa pertimbangan kesehatan yang memadai. Metode penurunan berat badan yang tidak aman dapat berujung pada kondisi yang membahayakan, terutama ketika dilakukan tanpa pengawasan tenaga medis.