JAKARTA — Media sosial belakangan diramaikan tren diet ekstrem bernama sardine fast. Pola makan ini mengharuskan seseorang hanya mengonsumsi ikan sarden kalengan selama beberapa hari, tanpa tambahan makanan lain.
Tren tersebut mencuri perhatian setelah muncul klaim beragam manfaat, mulai dari membantu menurunkan gula darah, mempercepat penurunan berat badan, hingga membuat kulit tampak lebih cerah atau glowing.
Sardine fast termasuk kategori mono diet, yakni pola makan yang hanya berfokus pada satu jenis makanan dalam periode tertentu. Durasi yang disebutkan umumnya 1 sampai 3 hari, atau bahkan lebih. Selama menjalani diet ini, pelaku tidak mengonsumsi sayur, buah, karbohidrat, maupun makanan olahan lainnya.
Tujuan dari pola makan tersebut adalah mendorong tubuh masuk ke kondisi metabolik tertentu sekaligus memaksimalkan manfaat nutrisi yang terkandung dalam sarden.
Penulis Vogue, Hannah Coates, sempat mencoba sardine fast selama tiga hari penuh. Pada hari pertama, ia mengaku merasa kenyang setelah mengonsumsi sarden. Namun, ia mulai merasa lelah pada sore hari karena tidak ada asupan karbohidrat maupun sayuran.

