BERITA TERKINI
TP PKK Ambon Perkuat Peran Kader Posyandu untuk Edukasi Pola Asuh Positif dan Gizi Seimbang

TP PKK Ambon Perkuat Peran Kader Posyandu untuk Edukasi Pola Asuh Positif dan Gizi Seimbang

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Ambon, Maluku, memperkuat peran kader posyandu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pola asuh positif dan pemenuhan gizi seimbang. Langkah ini ditujukan untuk mendukung tumbuh kembang anak serta menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua TP PKK Kota Ambon, Lisa Watimena, mengatakan kader posyandu memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus penghubung informasi bagi keluarga. Karena itu, kader perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar mampu menyampaikan edukasi secara tepat kepada warga.

Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui Seminar Parenting dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026. Seminar menghadirkan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Edi Setiawan dan psikolog Priscilia Trusdy Pattiata.

Kegiatan itu diikuti pengurus TP PKK Kota Ambon, ketua TP PKK tingkat kecamatan, desa, negeri, dan kelurahan se-Kota Ambon, serta kader posyandu.

Lisa menekankan persiapan kualitas generasi masa depan yang akan mengisi Indonesia Emas 2045 perlu dimulai sejak dini, melalui pengasuhan yang baik dan pemenuhan kebutuhan gizi anak. Ia menyebut 2045 sebagai momentum ketika Indonesia berusia 100 tahun, dan anak-anak yang saat ini masih balita akan menjadi bagian penting dari masa depan bangsa.

Menurut Lisa, pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul tidak hanya bergantung pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental serta lingkungan keluarga yang mendukung. Ia menjelaskan pola asuh positif mengedepankan pendidikan anak dengan kasih sayang tanpa kekerasan, saling menghargai, dan komunikasi yang terbuka, terutama di tengah tantangan pengasuhan pada era digital.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemenuhan gizi seimbang, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dinilai menjadi fase krusial dalam pertumbuhan anak. Lisa juga mengingatkan stunting masih menjadi tantangan yang perlu ditangani bersama melalui pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian makanan bergizi, peningkatan edukasi kesehatan, serta penguatan peran keluarga dan kader posyandu.

Ia berharap para kader posyandu dapat memanfaatkan seminar untuk memperluas wawasan dan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat, baik melalui kegiatan posyandu maupun kunjungan rumah. Menurutnya, edukasi kepada orang tua penting agar mereka memahami pola asuh positif dan pemenuhan gizi seimbang bagi anak.

Lisa turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.