BERITA TERKINI
TasteAtlas Rilis Peringkat Street Food Terbaik Dunia 2026, Sate Kambing Masuk Daftar

TasteAtlas Rilis Peringkat Street Food Terbaik Dunia 2026, Sate Kambing Masuk Daftar

Jakarta — Situs ensiklopedia kuliner global TasteAtlas merilis peringkat jajanan jalanan (street food) terbaik dunia edisi 15 April 2026. Dalam daftar tersebut, salah satu makanan khas Indonesia, sate kambing, tercatat sebagai bagian dari lima jajanan yang masuk peringkat teratas.

TasteAtlas menyatakan penilaian dalam peringkat ini disusun dari kombinasi ulasan pengguna, kritikus makanan, koki, serta riset yang dilakukan oleh tim editorial.

Berikut lima jajanan jalanan yang masuk dalam daftar versi TasteAtlas tersebut.

1. Karantika (Aljazair)
Karantika dikenal dengan sebutan berbeda di sejumlah wilayah. Di Aljir, hidangan ini disebut karantika, sementara di Maroko dikenal sebagai caliente. Karantika merupakan hidangan tradisional yang disebut berasal dari pengaruh Spanyol pada periode kolonial.

Jajanan ini dibuat dari tepung kacang arab (chickpea) yang dicampur air, minyak, garam, merica, dan telur. Hasilnya disebut menghadirkan rasa gurih dengan tekstur lembut. Karantika umumnya memiliki bagian luar yang garing dan bagian dalam yang lembut, terlebih dengan isian custard.

2. Kontosouvli (Yunani)
Kontosouvli biasanya disajikan saat perayaan Paskah. Hidangan ini berupa potongan besar daging babi yang direndam dalam campuran rempah-rempah, kemudian ditusuk dan dimasak perlahan di atas alat pemanggang berputar.

Rempah yang digunakan antara lain bawang putih, oregano, thyme, rosemary, paprika, minyak zaitun, anggur merah, dan lemon. Kombinasi bumbu tersebut disebut menghasilkan lapisan luar yang kaya rasa dengan bagian dalam yang empuk.

3. Sate Kambing (Indonesia)
Sate kambing merupakan sate tradisional khas Indonesia dengan daging kambing sebagai bahan utama. Daging dipotong dadu dan dibumbui rempah, yang disebut menjadi pembeda dibanding olahan sate lainnya.

Dalam penyajiannya, sate kambing umumnya disertai kuah kecap berisi irisan bawang merah dan cabai. Pada beberapa sajian, bumbu juga dilengkapi lengkuas.

4. Quesabirria (Meksiko)
Quesabirria dikenal sebagai jajanan kaki lima populer di Meksiko. Hidangan ini merupakan perpaduan birria—semur daging tradisional Meksiko—dan quesadilla.

Quesabirria dibuat dari tortilla berukuran besar dengan isian daging sapi dan keju leleh dalam porsi banyak. Sajian ini kerap disertai kaldu atau consome sebagai saus celup untuk memperkuat cita rasa.

5. Taameya (Mesir)
Taameya kerap disebut sebagai versi asli falafel. Jajanan Mesir ini menyerupai gorengan Timur Tengah, namun menggunakan kacang fava sebagai pengganti buncis. Meski asal pastinya masih diperdebatkan, sebagian besar cendekiawan dan sejarawan disebut sepakat bahwa taameya berakar dari masakan Mesir.

Taameya dikenal memiliki tekstur yang lebih ringan, lebih lembut, dan lebih lembap dibanding falafel. Hidangan ini dapat disantap kapan saja, namun di Mesir disebut sangat populer selama bulan Ramadhan.