SMPN 1 Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, menerima kegiatan sosialisasi gizi dari Puskesmas Sepatan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional. Kegiatan tersebut diikuti para siswa dan ditujukan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya asupan gizi yang baik dan seimbang bagi pertumbuhan serta kesehatan generasi muda.
Dalam sosialisasi itu, petugas kesehatan menjelaskan pola makan sehat, kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh, serta dampak negatif yang dapat timbul akibat kekurangan gizi. Para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, sesuai kebutuhan usia remaja.
Kepala SMPN 1 Sepatan, Sugeng Atmoko, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi gizi penting untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa mengenai pola makan dan kesehatan tubuh.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para siswa SMPN 1 Sepatan dapat memahami betul apa itu gizi seimbang dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan yang cukup agar mereka tidak salah dalam memilih makanan,” ujarnya, Rabu (21/1).
Sugeng menambahkan, peringatan Hari Gizi Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan warga sekolah, terutama siswa, agar lebih peduli terhadap kesehatan diri. Ia menilai kesehatan dan kecukupan gizi berperan besar dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
“Kami menyadari bahwa gizi yang baik sangat berpengaruh terhadap konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta tumbuh kembang siswa. Jika gizi mereka terpenuhi dengan baik, maka prestasi akademik maupun nonakademik juga akan meningkat,” katanya.
Ia juga menegaskan sekolah terus berupaya mendukung program kesehatan yang bersinergi dengan instansi terkait, termasuk Puskesmas Sepatan. Sugeng berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut demi menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan ramah bagi tumbuh kembang siswa.
“Kami sangat terbuka dan mendukung penuh kegiatan edukasi kesehatan seperti ini. Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat membentuk kebiasaan hidup sehat. Oleh karena itu, sinergi dengan puskesmas sangat kami butuhkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sugeng mengimbau siswa menerapkan pengetahuan yang diperoleh, baik di sekolah maupun di rumah. Ia juga meminta peran orang tua untuk turut mengawasi dan mendukung pola makan sehat anak. “Kami berharap apa yang disampaikan oleh petugas puskesmas hari ini tidak berhenti sebagai pengetahuan saja, tetapi benar-benar dipraktikkan. Mulai dari sarapan sebelum berangkat sekolah, membawa bekal sehat, hingga mengurangi konsumsi jajanan yang kurang sehat,” tutupnya.

