BERITA TERKINI
Ragey Khas Sangihe Jadi Peluang Usaha bagi Pelaku UMKM di Tahuna

Ragey Khas Sangihe Jadi Peluang Usaha bagi Pelaku UMKM di Tahuna

TAHUNA — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat melalui beragam produk kuliner lokal yang diminati konsumen. Di Tahuna, Sangihe, salah satu pelaku UMKM yang menekuni bidang ini adalah Juline Manoppo, yang menjalankan usaha penjualan ragey, kuliner berbahan dasar daging yang dikenal sebagai hidangan khas daerah tersebut.

Ragey menarik perhatian masyarakat karena cita rasanya yang khas serta cara penyajian yang dinilai menggugah selera. Melalui usahanya, Juline berupaya menghadirkan sajian yang dapat dinikmati masyarakat sekaligus menjadi peluang untuk memperoleh penghasilan.

Saat dihubungi melalui telepon seluler dalam program Muda Kreatif Pro 2 RRI Tahuna, Jumat, 9 Oktober 2026, Juline menyampaikan bahwa pelaku UMKM perlu menjaga kualitas bahan baku, memperhatikan kebersihan dalam proses pengolahan, serta mempertahankan cita rasa produk. Menurutnya, pelayanan yang baik dan konsistensi rasa juga menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan pelanggan.

Ia menilai usaha kuliner seperti penjualan ragey memiliki peluang berkembang jika dikelola dengan baik dan mampu mengikuti kebutuhan konsumen. Selain menjaga kualitas produk, promosi melalui media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan usaha kepada masyarakat yang lebih luas.

Keberadaan UMKM kuliner turut memberi warna bagi perekonomian masyarakat melalui usaha mandiri yang berangkat dari potensi makanan lokal. Kreativitas pelaku usaha dalam mengembangkan produk juga dinilai dapat membantu memperkenalkan kekayaan kuliner kepada generasi muda.

Juline berharap dapat terus mengembangkan usahanya melalui inovasi produk, peningkatan pelayanan, dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan. Ia juga menilai dukungan masyarakat dengan membeli produk lokal menjadi salah satu cara membantu UMKM bertahan dan berkembang.

Kisah pelaku UMKM penjual ragey ini menjadi gambaran bahwa usaha kuliner dapat membuka peluang ekonomi apabila ditekuni secara konsisten, sekaligus menjaga keberadaan kuliner lokal di tengah perkembangan zaman.