Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) bersama Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) merilis pembaruan pedoman pola makan yang diperbarui setiap lima tahun. Pedoman terbaru ini menjadi bagian dari kampanye “Make America Healthy Again” (MAHA).
Dalam model piramida makanan 2026, daging, produk susu utuh, serta buah dan sayuran ditempatkan sebagai kelompok yang diprioritaskan, sementara makanan olahan diarahkan untuk dihilangkan. Berbeda dari piramida versi lama, piramida baru disajikan dengan struktur terbalik: kelompok makanan yang diprioritaskan ditempatkan di bagian atas, sedangkan kelompok yang perlu dihindari berada di bagian bawah.
Filosofi utama yang diusung adalah mendorong konsumsi “makanan asli” atau makanan utuh. Alih-alih menitikberatkan pada target kalori harian, piramida baru menekankan kualitas pilihan makanan, dengan tujuan mengurangi hingga menghapus makanan olahan. Pedoman ini menilai makanan olahan kerap mengandung kalori, gula, dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi, namun rendah serat serta nutrisi penting lainnya.
Secara garis besar, piramida makanan 2026 merekomendasikan asupan protein, susu murni, serta makanan yang diproses seminimal mungkin. Jika piramida tradisional menempatkan biji-bijian sebagai dasar, piramida baru menempatkan protein dan lemak alami pada posisi tertinggi untuk menyoroti peran kedua kelompok nutrisi tersebut.
Kelompok yang diprioritaskan mencakup daging merah, ikan, telur, susu murni, mentega, dan lemak hewani. Setelah itu, sayuran dan buah-buahan. Pedoman ini juga menekankan konsumsi makanan utuh yang segar dan kaya serat. Sayur dan buah disebut sangat bergizi karena kaya vitamin, mineral, air, dan serat, serta relatif rendah kalori dan lemak.
Di bagian bawah hingga hampir bawah piramida ditempatkan biji-bijian utuh, makanan olahan, dan gula tambahan—termasuk permen, minuman manis, serta minyak biji-bijian. Biji-bijian utuh ditempatkan di bagian bawah untuk menekankan konsumsi makanan yang diproses seminimal mungkin dan bernilai gizi tinggi. Makanan olahan ditempatkan paling bawah karena dinilai sering mengandung tambahan gula dan kadar lemak tinggi.
Dalam penerapannya, piramida nutrisi baru menyarankan protein menjadi dasar setiap kali makan untuk membantu menjaga massa otot dan metabolisme. Rekomendasi asupan protein yang dicantumkan adalah 1,2–1,6 gram per kilogram berat badan per hari. Sebagai gambaran, 100 gram daging tanpa lemak (misalnya daging sapi, ayam, atau babi) menyediakan sekitar 20–30 gram protein; 100 gram ikan mengandung sekitar 18–26 gram protein; sedangkan 100 gram biji labu atau lentil mengandung sekitar 25–30 gram protein.
Angka ini lebih tinggi dibanding sejumlah rekomendasi protein yang umum digunakan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya merekomendasikan asupan protein harian sebesar 0,8 gram per kilogram berat badan. Dalam pedoman baru, protein disebut sebagai makronutrien penting yang berperan dalam membangun dan menjaga kesehatan tulang, otot, serta kulit, dan konsumsi yang cukup dinilai membantu mempertahankan massa otot dan fungsi metabolisme.
Selain protein, HHS juga menganjurkan agar lemak dalam makanan berasal dari sumber makanan utuh seperti daging, unggas, telur, makanan laut kaya omega-3, kacang-kacangan, biji-bijian, produk susu berlemak penuh, dan mentega. Pendekatan ini berbeda dari piramida nutrisi lama yang lebih menekankan pilihan susu rendah lemak.
Perubahan tersebut dikaitkan dengan temuan berbagai penelitian yang menyatakan susu murni tidak meningkatkan risiko obesitas, diabetes, atau penyakit kardiovaskular, serta dinilai aman bila dikonsumsi dalam jumlah sedang.
Piramida makanan 2026 juga memperketat kontrol terhadap gula tambahan. Rekomendasi yang dicantumkan menyatakan “tidak ada jumlah gula tambahan yang aman.” Karena pola makan tinggi gula tambahan dinilai dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2, model ini merekomendasikan pembatasan gula tambahan maksimal 10 gram per makanan dan menghilangkan pemanis buatan sepenuhnya.

