Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Palu, Sulawesi Tengah. Dua pedagang, Citra Triana dan Diah Manik Pratiwi yang akrab disapa Wiwi, mengaku perputaran barang dagangan mereka lebih cepat setelah menjadi pemasok kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sulawesi Tengah. Dampaknya, omzet keduanya ikut meningkat.
Setiap hari, dapur SPPG membutuhkan berbagai bahan pangan untuk menyiapkan makanan bagi penerima manfaat. Kebutuhan itu mencakup sayuran hingga bahan dapur seperti gula, terigu, garam, bawang, dan bumbu masakan. Bagi pedagang seperti Citra dan Wiwi, permintaan rutin tersebut membuka pasar baru dengan volume pesanan yang lebih besar dan lebih teratur dibandingkan penjualan eceran.
Citra (30) yang berjualan sayuran di Jalan Cipedak, Palu, mengatakan ia sudah akrab dengan dunia dagang sejak kecil karena terbiasa membantu orang tuanya sebelum membuka usaha sendiri. Dari lapaknya, ia menjual beragam sayuran seperti wortel, kentang, kol, sawi, hingga kacang panjang. Sejak Januari, sebagian dagangannya mulai dipasok untuk kebutuhan dapur MBG.
Masuknya pesanan dari SPPG membuat aktivitas di kios Citra semakin padat. Sayuran yang datang dari petani harus dipilah, dibersihkan, lalu disiapkan sesuai permintaan sebelum dikirim. Dalam sehari, ia bisa menerima pesanan dari tiga hingga empat dapur, dan pada waktu tertentu meningkat hingga lima dapur.
Citra menyebut peningkatan permintaan tersebut berdampak langsung pada pendapatannya. “Alhamdulillah pendapata meningkat sekitar 70 hingga 80 persen setelah menjadi pemasok kebutuhan dapur MBG,” kata Citra saat ditemui di lapaknya di Pasar Inpres, Jalan Campedak, Palu, Rabu (5/8/2026) malam.
Kesibukan itu juga membuat Citra menambah tenaga kerja. Saat ini, dua pekerja membantunya menyiapkan pesanan, dan ketika permintaan sedang tinggi jumlahnya bisa bertambah menjadi tiga orang. Ia mencontohkan, wortel perlu dicuci dalam jumlah besar setelah tiba dari petani. “Kalau banyak sekali, kadang tiga orang yang bantu bekerja,” tuturnya.
Bagi Citra, pesanan dari SPPG membuat perputaran barang di kiosnya menjadi lebih cepat karena tidak lagi hanya bergantung pada pembeli eceran. Ia berharap program MBG dapat terus berjalan agar peluang pasar bagi pedagang kecil tetap terbuka. “Semoga program MBG berkelanjutan dan bisa berjalan dalam waktu panjang,” ujarnya.
Manfaat serupa juga dirasakan Wiwi, pedagang bumbu dan kebutuhan dapur di kawasan yang sama. Dari kiosnya di Jalan Cipedak, ia memasok gula, terigu, garam, sambal, bawang, serta bumbu kering dan basah untuk dapur SPPG Polda Sulawesi Tengah.
Sebelum menjadi pemasok MBG, Wiwi lebih banyak melayani pembelian eceran warga sekitar dengan nilai belanja kecil, sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000. Namun, setelah menerima pesanan dari dapur MBG, volume penjualan berubah signifikan. Ia mencontohkan, gula dapat dipesan hingga 20 kilogram, sementara garam bisa dipesan satu atau beberapa bal sekaligus.
“Dulu omzetnya sedikit, sekarang pesanannya dalam jumlah banyak,” kata Wiwi. Ia memperkirakan pendapatannya naik sekitar 80 persen setelah menjadi pemasok kebutuhan dapur MBG.
Selain meningkatkan penjualan di kios, permintaan bawang merah dan bawang putih yang sudah dikupas turut membuka pekerjaan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga di sekitar tempat usahanya. Wiwi menyebut ada sekitar tiga perempuan yang membantu mengupas bawang. Mereka membawa bawang yang sudah ditimbang ke rumah dan mengembalikannya setelah selesai, dengan upah sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000.
“Kasihan ibu-ibu yang di rumah jaga anak. Sambil kupas bawang kan bisa,” jelas Wiwi. Menurutnya, pekerjaan tersebut memberi kesempatan bagi warga untuk memperoleh tambahan penghasilan tanpa harus meninggalkan rumah terlalu lama, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dapur SPPG terhadap bahan yang siap digunakan.
Wiwi menilai peningkatan pesanan MBG membuat barang di kiosnya lebih cepat berputar dan manfaatnya turut dirasakan warga sekitar. Ia pun berharap program tersebut tetap berlanjut. “Program ini sangat membantu pedagang kecil, semoga tetap berjalan dan tidak ditutup,” katanya.