SURABAYA — Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) DPC Surabaya menggelar edukasi gizi serentak di 16 sekolah dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) yang diperingati setiap 21 Januari. Tahun ini, peringatan HGN memasuki tahun ke-66.
Salah satu lokasi kegiatan adalah MTSN 1 Kota Surabaya. Ketua II Persagi DPD Jawa Timur Annas Buanasita, SKM., M. Gizi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan dukungan para ahli gizi untuk membantu menciptakan generasi yang sehat dan kuat menuju target Generasi Emas 2045.
Kegiatan menyasar siswa SD, SMP, dan SMA, terutama sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tema yang diangkat adalah “Gizi Optimal untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045”. Di MTSN 1 Kota Surabaya, kegiatan diikuti sekitar 100 siswa.
Edukasi gizi ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan serentak di 1.846 titik sekolah di seluruh Indonesia. Selain jajaran Persagi, kegiatan juga dihadiri sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala RSPAL dr. Ramelan Surabaya Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., FINA., perwakilan Kementerian Agama Surabaya, serta pengelola SPPG sebagai penyedia MBG.
Ketua DPC Persagi Surabaya dr. Laili Rahmawati, STP, MMA, menekankan pentingnya edukasi gizi sejak dini, terutama karena anak usia sekolah mulai mengambil keputusan sendiri terkait makanan yang mereka konsumsi.
“Anak-anak usia sekolah itu sudah mulai punya keputusan sendiri soal makanan. Karena itu mereka harus diedukasi sejak dini agar tahu mana makanan yang baik dan mana yang harus dibatasi,” ujar Laili.
Dalam kegiatan tersebut, Persagi memaparkan pentingnya konsumsi gizi seimbang bagi anak usia sekolah. Setelah paparan, sesi dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab bersama para siswa.
Persagi menilai sekolah merupakan tempat yang strategis untuk memulai kebiasaan makan bergizi dan sehat pada anak-anak.

