BERITA TERKINI
Persagi Lombok Timur Edukasi Gizi Pelajar di 15 Sekolah saat Peringatan Hari Gizi Nasional

Persagi Lombok Timur Edukasi Gizi Pelajar di 15 Sekolah saat Peringatan Hari Gizi Nasional

Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Lombok Timur memberikan edukasi gizi kepada pelajar tingkat SD hingga SMP. Kegiatan ini dilaksanakan serentak secara nasional dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional sekaligus mendukung upaya mewujudkan Generasi Emas 2045.

Wakil Ketua Persagi Lombok Timur Muhammad Khairul Hadi mengatakan, di Lombok Timur edukasi dilakukan di 15 titik sekolah, terdiri dari 14 SD dan satu SMP. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (21/1).

Menurut Khairul, edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa agar lebih bijak memilih makanan yang bergizi, seimbang, aman, dan sehat. Salah satu fokusnya adalah mengantisipasi konsumsi makanan siap saji di lingkungan sekolah yang dinilai tidak memiliki gizi seimbang.

Selain edukasi di sekolah, Persagi Lombok Timur juga menaruh perhatian pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Persagi memberikan pelatihan kepada penjamah makanan, termasuk juru masak atau SPPG di Lombok Timur, guna memastikan menu yang disajikan memenuhi prinsip gizi seimbang dan sehat.

Khairul menyebut masih ditemukan disparitas pada menu MBG. Karena itu, pelatihan diberikan agar SPPG dapat menghasilkan menu yang bergizi, seimbang, dan sehat.

Ia menjelaskan, standar menu MBG telah diatur secara rinci oleh Kementerian Kesehatan, mulai dari pilihan menu, kandungan gizi, hingga pedoman penyajian untuk menjamin keamanan pangan. Khairul menilai program akan berjalan sesuai harapan pemerintah apabila SPPG mengikuti pedoman penyajian dari BGN maupun Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Selong Zaenuddin mengapresiasi kegiatan edukasi gizi tersebut. Ia menilai, dengan adanya program MBG di sekolah, siswa dapat lebih memahami kandungan gizi pada makanan yang dikonsumsi.

Zaenuddin juga menyampaikan dukungannya terhadap program pemerintah tersebut. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik dapat berdampak pada kondisi fisik, pola pikir, hingga prestasi siswa.

Meski demikian, ia menyarankan agar program MBG diberikan dua kali dalam sepekan, bukan setiap hari. Usulan itu, kata dia, bertujuan memaksimalkan kualitas menu sekaligus mencegah kejenuhan siswa.