BERITA TERKINI
PERSAGI: Edukasi Gizi Nasional Jadi Kunci Optimalkan Program Makan Bergizi Gratis

PERSAGI: Edukasi Gizi Nasional Jadi Kunci Optimalkan Program Makan Bergizi Gratis

Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Doddy Izwardy menegaskan penguatan edukasi gizi nasional menjadi kunci untuk mengoptimalkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, edukasi gizi diperlukan agar program tersebut tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku makan pada anak sekolah.

Penguatan edukasi gizi itu diwujudkan melalui kegiatan edukasi gizi serentak di 15 ribu titik sekolah yang digelar pada momentum Hari Gizi Nasional ke-66 Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Doddy menyebut literasi gizi harus berjalan seiring dengan penyediaan makanan bergizi agar dampak MBG lebih berkelanjutan.

Doddy mengatakan gerakan edukasi gizi serentak ini melibatkan puluhan ribu peserta dan ribuan ahli gizi dari berbagai daerah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara masif di berbagai jenjang sekolah.

“Ini melibatkan hampir 55.400-an anak sekolah, 9.300 ahli gizi seluruh Indonesia. Itu juga titik lokasi sekolahnya sebanyak 15.000 titik lokasi,” kata Doddy.

Ia menambahkan jumlah titik pelaksanaan melampaui target awal yang ditetapkan PERSAGI. Semula, target untuk meraih rekor MURI ditetapkan sekitar 10 ribu titik, namun realisasinya mencapai 15 ribu titik sekolah.

Dalam peringatan Hari Gizi Nasional ke-66, Doddy juga menekankan edukasi gizi sebagai fondasi untuk mencapai target penurunan stunting nasional. Ia menyebut agenda jangka panjang pemerintah menuju Generasi Emas 2045 menargetkan prevalensi stunting sebesar 5 persen.

Sementara itu, Dewan Pakar Gizi PERSAGI Iskari Ngadiarti menilai sekolah merupakan kanal yang paling efektif untuk memperkuat dampak MBG melalui edukasi gizi. Menurutnya, anak sekolah dapat berperan sebagai agen perubahan yang membawa pemahaman gizi ke lingkungan keluarga.

Iskari menambahkan edukasi gizi melalui sekolah diharapkan menimbulkan efek berantai di masyarakat. Dengan cara itu, MBG dinilai dapat semakin kuat perannya dalam membangun generasi yang sehat dan produktif menuju 2045.