Angka stunting nasional menunjukkan penurunan dalam satu dekade terakhir. Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Doddy Izwardy menyebut prevalensi stunting turun dari 37,2% pada 2013 menjadi 19,8% pada 2024.
Menurut Doddy, penurunan tersebut berkaitan dengan perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama dari sisi kognitif, yang dipengaruhi oleh asupan makanan bergizi. Ia memperkirakan laju penurunan stunting sekitar 1,3% hingga 1,5% per tahun.
Pernyataan itu disampaikan Doddy dalam agenda “Edukasi Gizi Serentak di Titik Lokasi Sekolah Seluruh Indonesia” yang digelar pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di ribuan sekolah dan menargetkan edukasi gizi tidak hanya kepada orang tua, tetapi juga anak-anak usia sekolah.
PERSAGI menilai edukasi sejak dini penting untuk mendorong perubahan perilaku makan sehat. Melalui program ini, siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga, sehingga kebiasaan makan bergizi tidak berhenti di sekolah, melainkan terbawa hingga ke rumah.
Program edukasi menekankan penerapan Pedoman Gizi Seimbang yang memiliki empat pilar, yakni makan beragam, melakukan aktivitas fisik, minum air putih yang cukup, serta mengonsumsi buah dan sayur. Selain itu, siswa dan guru didorong memahami kualitas makanan, termasuk komposisi satu piring makan yang ideal berisi sumber karbohidrat, protein, serta vitamin dan mineral.
Doddy menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah perubahan perilaku makan, bukan sekadar memastikan anak sudah makan. Ia berharap pendekatan tersebut dapat membangun pemahaman gizi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Alasan sasaran edukasi difokuskan pada anak sekolah, menurut Doddy, terkait upaya memutus mata rantai masalah gizi melalui pendekatan jangka panjang. Ia menyinggung periode sekitar 8.000 hari pertama kehidupan, yang mencakup masa anak menempuh pendidikan hingga lulus SMA, sebagai fase penting pembentukan pemahaman dan kebiasaan.
Dengan bekal pengetahuan gizi sejak sekolah, remaja diharapkan memahami pentingnya pencegahan stunting dan jenis sumber makanan yang dibutuhkan sebelum kelak membangun rumah tangga. Doddy juga mengingatkan pentingnya konsistensi edukasi, karena jika diabaikan dikhawatirkan angka stunting dapat kembali meningkat.

