BERITA TERKINI
Peringati HLUN 2026, WKRI Ranting Bernadette Denpasar Gelar Edukasi Gizi dan Latihan Aman bagi Lansia

Peringati HLUN 2026, WKRI Ranting Bernadette Denpasar Gelar Edukasi Gizi dan Latihan Aman bagi Lansia

DENPASAR — Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026, WKRI Ranting Bernadette Paroki Santo Yoseph Denpasar menggelar edukasi kesehatan bagi pra lansia dan lansia, Jumat (29/5/2026). Kegiatan ini bekerja sama dengan Fitology Senior Fitness Training Center serta didukung Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Puskesmas I Denpasar Selatan.

Mengusung tema nasional HLUN 2026, “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menyiapkan masa lanjut usia yang sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat. Peserta yang terdiri dari anggota WKRI dan masyarakat umum mendapatkan materi seputar gizi lansia, pemeriksaan kesehatan, serta latihan kekuatan yang aman.

Tim penyelenggara, Fransisca Muti dan Medy Kristian, menyampaikan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian WKRI dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya agar para lansia tetap produktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Pada sesi pertama, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Agus Putu Agung, M.A.P. memaparkan materi “Sosialisasi Gizi Lansia”. Ia menekankan bahwa lansia sehat tidak hanya berarti berumur panjang atau bebas penyakit, tetapi juga mampu mempertahankan kualitas hidup agar tetap aktif, mandiri, dan bermakna dalam keseharian.

Dr. Agus juga menjelaskan sejumlah tantangan kesehatan yang kerap dihadapi lansia, antara lain hipertensi, diabetes, risiko stroke, hiperlipidemia, osteoporosis, hingga sarkopenia yang dapat memicu kelemahan otot dan meningkatkan risiko jatuh.

Menurutnya, ada empat pilar utama untuk mencapai masa tua yang sehat dan bahagia, yakni konsumsi gizi seimbang dengan prinsip “Isi Piringku”, pemenuhan kebutuhan cairan, pembatasan gula, garam, dan lemak jenuh, serta aktivitas fisik rutin. Ia menambahkan latihan kekuatan, keseimbangan, dan peregangan perlu dilakukan teratur untuk menjaga fungsi tubuh dan menekan risiko jatuh.

Sesi kedua diisi oleh Doni Galih Bagaswara, S.Kes., personal trainer dari Fitology Senior Fitness Training Center Bali, yang membawakan materi “Latihan Kekuatan yang Aman bagi Lansia”. Doni menjelaskan penurunan kekuatan otot, keseimbangan, dan kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari merupakan tantangan yang sering muncul seiring bertambahnya usia, namun dapat diperlambat melalui latihan kekuatan yang tepat dan teratur.

Ia menegaskan latihan kekuatan pada lansia tidak ditujukan untuk membentuk otot seperti atlet, melainkan menjaga kemampuan fungsional agar tetap mandiri. Kekuatan otot, kata dia, membantu lansia berdiri dari kursi, berjalan, menaiki tangga, membawa barang, serta menjaga keseimbangan sehingga risiko jatuh dapat berkurang.

Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan gerakan-gerakan sederhana yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Latihan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan, mobilitas, dan kenyamanan masing-masing peserta.

Selain edukasi, Puskesmas I Denpasar Selatan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan sebelum kegiatan dimulai. Layanan ini dinilai membantu peserta mengetahui kondisi kesehatan mereka sekaligus menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan secara lebih optimal.

Para peserta menilai materi yang disampaikan relevan, mudah dipahami, dan menambah wawasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan, pola makan, keseimbangan tubuh, serta latihan kekuatan untuk mendukung kemandirian di usia lanjut. Kegiatan juga berlangsung dalam suasana hangat dan tertib, sekaligus menjadi ruang kebersamaan untuk memperluas relasi dan berbagi pengalaman.

Ketua WKRI Ranting Bernadette Paroki Santo Yoseph Denpasar, Yuliana Rara, berharap kegiatan ini mendorong semakin banyak masyarakat menyadari pentingnya mempersiapkan penuaan sehat sejak dini. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan semangat HLUN ke-30 Tahun 2026 untuk mewujudkan lansia yang tangguh, mandiri, produktif, dan tetap berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.