Pengeluaran penduduk Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, untuk membeli sayur matang—seperti ditumis atau dimasak santan—pada 2025 tercatat sebesar Rp113 per kapita per minggu. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp32 per kapita per minggu.
Selain sayur matang, data juga memuat besaran pengeluaran penduduk untuk sejumlah komoditas dalam kelompok yang disebutkan. Lima pengeluaran terbesar di Kabupaten Sumba Barat Daya pada 2025, dari urutan tertinggi, adalah sayur-sayuran Rp10.140 per kapita per minggu, bawang merah Rp1.283 per kapita per minggu, cabai rawit Rp1.167 per kapita per minggu, bawang putih Rp1.144 per kapita per minggu, serta yang terendah nangka muda Rp1 per kapita per minggu.
Dalam penjelasan metodologi, pengeluaran per kapita merupakan biaya konsumsi seluruh anggota rumah tangga selama sebulan yang dibagi dengan jumlah anggota rumah tangga. Pengeluaran ini dikelompokkan menjadi kebutuhan makanan dan bukan makanan. Pengeluaran konsumsi makanan dihitung selama seminggu, sedangkan bukan makanan dihitung selama sebulan dan 12 bulan terakhir. Selanjutnya, keduanya dikonversikan menjadi pengeluaran rata-rata per bulan. Angka rata-rata per kapita yang disajikan BPS diperoleh dari pembagian total konsumsi seluruh rumah tangga terhadap jumlah penduduk.
Secara perbandingan wilayah, pengeluaran untuk membeli sayur matang tertinggi disebut berada di Kota Tasikmalaya dan terendah di Kabupaten Tapanuli Utara. Untuk Kabupaten Sumba Barat Daya, nominal pengeluaran membeli sayur matang berada pada urutan ke-486. Adapun rata-rata pengeluaran per kapita secara nasional untuk membeli sayur matang tercatat Rp253,5 per kapita per minggu.

