Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama pelaku UMKM menyepakati penahanan harga makanan dan minuman selama gelaran MotoGP 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan MotoGP sebelumnya, ketika harga konsumsi di kawasan acara sempat menjadi sorotan penonton.
Dalam kesepakatan tersebut, harga makanan siap saji ditargetkan berada pada kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu. Sementara itu, air mineral disepakati sekitar Rp10 ribu. Pemerintah daerah berharap kebijakan ini membuat penonton, terutama wisatawan dari luar daerah, tetap nyaman menikmati kuliner lokal tanpa terbebani harga yang dinilai terlalu tinggi.
Kepala Bidang Perindustrian Diserindag Lombok Tengah, Baiq Yuliana Sapriani, mengatakan salah satu tujuan kesepakatan ini adalah mencegah perbedaan harga antarpenjual untuk produk yang sama. “Yang kami harapkan tidak terjadi lagi seperti sebelumnya, antara UMKM provinsi dengan UMKM lokal Lombok Tengah harganya berbeda, padahal yang dijual sama,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Kesepakatan harga tersebut telah disosialisasikan kepada UMKM yang akan berjualan selama MotoGP 2026. Para pelaku usaha disebut merespons positif karena batas harga dinilai memberi kepastian sekaligus mendorong persaingan yang lebih sehat.
Meski begitu, pemerintah daerah menilai kesepakatan ini masih menyisakan tantangan pada tahap penerapan. Pengawasan menjadi faktor penting agar harga yang telah disepakati benar-benar dipatuhi saat ribuan penonton memadati kawasan Mandalika.
Sebelumnya, pemerintah daerah juga melakukan kurasi terhadap UMKM yang akan terlibat dalam MotoGP 2026 bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Koperasi, Dinas Kesehatan, dan Politeknik Pariwisata. Total 60 UMKM disiapkan melalui 30 stan, dengan mayoritas bergerak di sektor kuliner. Sebagian lainnya menjual produk kerajinan lokal seperti kain songket serta anyaman rotan dan ketak.
UMKM lokal Lombok Tengah kembali ditempatkan di kawasan Grand Bazaar yang dinilai strategis. Penempatan ini merupakan hasil evaluasi dan koordinasi Pemkab Lombok Tengah dengan ITDC serta MGPA setelah tiga kali penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.
Melalui kebijakan harga yang lebih terukur, pemerintah daerah berharap MotoGP tidak hanya menjadi magnet wisatawan, tetapi juga menjadi ruang bagi UMKM lokal meraih keuntungan tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung.