Pedagang daging sapi di wilayah Jabodetabek yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) berencana melakukan mogok kerja selama tiga hari, mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas tingginya harga sapi yang dinilai terus naik sejak November 2025.
Ketua Umum APDI, Asnawi, mengatakan kenaikan harga sapi hidup terjadi berulang kali dan membuat pedagang menilai harga daging yang dijual tidak sebanding dengan modal yang harus dikeluarkan.
Menurut Asnawi, salah satu pemicu utama melonjaknya harga adalah kenaikan harga timbang sapi hidup di tingkat feedlot. Harga yang semula Rp47.000 per kilogram disebut naik menjadi Rp55.500 per kilogram.
APDI menyebut telah beberapa kali meminta pemerintah dan parlemen untuk mengendalikan harga sapi hidup, namun belum ada tindak lanjut yang dinilai signifikan.
Asnawi juga menyampaikan bahwa akumulasi kenaikan harga timbang sapi hidup dari November 2025 hingga 21 Januari 2026 mencapai Rp8.500 per kilogram. Ia menambahkan, jika dikonversi ke harga karkas di RPH/TPH atau rumah potong (slaughter house), kenaikan tersebut disebut dapat menjadi Rp17.000 per kilogram.

