URUMQI — Gelombang dingin ekstrem baru-baru ini melanda Daerah Otonom Uighur Xinjiang di China barat laut dan memicu penurunan suhu yang drastis. Kondisi cuaca tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk distribusi bahan pangan.
Di tengah situasi itu, otoritas setempat dari berbagai sektor dilaporkan bekerja sama untuk memastikan pasokan sayuran dan buah-buahan tetap memadai. Langkah koordinasi dilakukan guna menjaga ketersediaan kebutuhan pokok tersebut bagi warga di wilayah terdampak.

