BERITA TERKINI
Pasar Renteng di Kadugede Kuningan Terapkan Koin Kayu, Angkat Kuliner dan Budaya Lokal

Pasar Renteng di Kadugede Kuningan Terapkan Koin Kayu, Angkat Kuliner dan Budaya Lokal

Pasar Renteng di Desa Kadugede, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, menjadi perhatian warga pada Minggu, 4 Oktober 2026. Sejumlah pengunjung dari berbagai daerah, termasuk Garawangi, memadati area pasar yang dikenal sebagai pasar tradisional berbasis budaya tersebut.

Pasar Renteng memasarkan beragam produk lokal Kuningan. Selain hiasan dan kerajinan, seperti anyaman bambu khas Cibogo, pasar ini juga menawarkan aneka kuliner tradisional, antara lain bubur hanjeli, pais lauk baung (pepes ikan baung), adas, colenak, serta berbagai olahan makanan khas lainnya.

Pasar ini digelar sekali dalam sebulan dengan tujuan melestarikan budaya lokal desa setempat. Karena itu, Pasar Renteng turut menghadirkan produk dan karya seni lokal dalam bentuk cendera mata tradisional, termasuk pergelaran goong renteng.

Salah satu ciri yang membedakan Pasar Renteng adalah penerapan sistem transaksi menggunakan koin kayu sebagai alat tukar. Pengunjung menukarkan uang terlebih dahulu dengan koin kayu, dengan nilai satu koin setara Rp 2.000.

Direktur Pasar Renteng, Sajum Baron, mengatakan pasar tersebut tidak hanya berorientasi pada transaksi ekonomi. Menurutnya, Pasar Renteng lahir dari semangat gotong royong dan ikatan sejarah warga dengan goong renteng sebagai warisan benda, sementara gotong royong dipandang sebagai warisan tak benda yang terus dipertahankan.

Ia menjelaskan, penamaan Pasar Renteng merupakan upaya menghidupkan kembali ingatan generasi muda terhadap budaya lokal yang mulai ditinggalkan. Salah satu bentuk pelestarian dilakukan dengan menabuh goong renteng setiap hari pasar untuk menyambut tamu.

Dari sisi ekonomi kreatif, Pasar Renteng juga menjadi wadah bagi berbagai produk lokal, seperti kerajinan berbahan janur dan anyaman bambu. Sajum menyebut kerajinan janur asal Cibogo pernah digunakan dalam kegiatan Konferensi Asia Afrika di Bandung.

Baron menambahkan, Pasar Renteng rutin digelar sejak beberapa bulan terakhir, setiap Minggu pertama tiap bulan. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal.

Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar yang berkunjung ke Pasar Renteng mengaku terkesan dengan animo masyarakat. Ia menilai Pasar Renteng memiliki konsep yang kuat karena menyatukan pasar tradisional dengan kearifan lokal, mulai dari seni, budaya, kerajinan, hingga kuliner khas.