Rumah BUMN Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menggelar Njajan Fest 2026 dengan menggandeng 150 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kuliner. Festival ini ditujukan untuk mempromosikan produk lokal Rembang agar semakin dikenal dan berkembang.
Ketua panitia Njajan Fest Mohammad Gufron mengatakan kegiatan tersebut berlangsung di Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini Rembang pada 2–4 Oktober 2026. Panitia menyiapkan 113 tenda kuliner untuk para peserta.
Menurut Gufron, Njajan Fest diprakarsai PT Semen Gresik dan tahun ini memasuki penyelenggaraan ketiga. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu cara mendorong pelaku UMKM “naik kelas”.
Ia juga mengimbau pelaku usaha kuliner menjual dengan harga wajar selama acara berlangsung. Panitia menyebut pengunjung tidak dikenai tarif masuk alias gratis, berbeda dengan sebelumnya yang menerapkan tiket masuk Rp5.000. “Jangan sampai harganya kemahalan, agar para pengunjung juga bisa menikmati,” kata Gufron.
Selain kuliner, Njajan Fest 2026 menghadirkan enam panggung pertunjukan dan sembilan ajang pencarian bakat. Dari panggung yang tersedia, panitia menjadwalkan penampilan reog, barongan, orkes keroncong, hingga band.
Panitia menargetkan kegiatan selama tiga hari ini mampu menarik pengunjung dan menghasilkan omzet penjualan hingga miliaran rupiah. Sebagai perbandingan, penyelenggaraan serupa pada 2025 mencatat omzet Rp1,15 miliar dengan 91 peserta.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang Isti Choma Wati mengapresiasi penyelenggaraan Njajan Fest 2026, terutama karena digelar di kawasan TRP Kartini. Ia menilai pemilihan lokasi tersebut sejalan dengan keinginan masyarakat untuk menghidupkan kembali kejayaan kawasan wisata itu sebagai salah satu destinasi ikonik di Rembang.
Menurut Isti, penyelenggaraan festival di kawasan TRP Kartini juga dinilai lebih nyaman karena tidak ada asap kendaraan, sehingga pengunjung yang berbelanja dapat menikmati suasana dengan lebih baik.
Ia menambahkan, festival ini tidak hanya menjadi ruang rekreasi dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga wadah promosi produk UMKM lokal sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Rembang.
Sementara itu, Penanggung Jawab (Person in Charge/PIC) Rumah BUMN Rembang Sugeng Prayitno menyampaikan bahwa Njajan Fest 2026 dirancang sebagai gabungan festival kuliner dan hiburan, sekaligus bagian dari upaya membantu UMKM naik kelas melalui pendampingan.
Menurut Sugeng, pendampingan yang dilakukan meliputi branding digital bagi UMKM, aktivasi media sosial, transaksi berbasis QRIS, legalitas seperti sertifikasi halal, serta pengurusan NIB maupun HAKI. Ia menyebut rangkaian pendampingan tersebut sebagai ekosistem pemberdayaan terpadu.