Banda Aceh — Memasuki pekan kedua Oktober 2025, bertepatan dengan suasana menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, harga sejumlah bahan dapur di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Banda Aceh, mulai menunjukkan tren penurunan.
Komoditas yang paling terasa turun adalah bawang merah dan tomat, disusul cabai merah serta cabai hijau. Ambia, pedagang sayur di Pasar Al-Mahirah, mengatakan harga cabai merah yang sebelumnya sempat menembus Rp90 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp85 ribu. Sementara cabai hijau yang sempat dijual Rp45 ribu per kilogram kini berada di kisaran Rp40 ribu.
Ambia menilai penurunan harga dipengaruhi melimpahnya pasokan karena beberapa daerah sedang memasuki musim panen. Ia menyebut bawang merah antara lain datang dari Pidie dan Pidie Jaya sehingga pasokan lebih lancar dan harga ikut terkoreksi.
Meski demikian, harga cabai rawit masih relatif stabil pada kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Menurut Ambia, komoditas ini cenderung lebih fluktuatif karena bergantung pada pasokan dari daerah dataran tinggi seperti Takengon.
Pedagang lain, Ilyas, menambahkan bahwa penurunan harga kali ini juga dipengaruhi meningkatnya aktivitas belanja masyarakat menjelang Maulid Nabi. Ia menyebut, ketika memasuki awal bulan dan momentum Maulid, masyarakat biasanya ramai berbelanja untuk persiapan kenduri sehingga perputaran barang lebih cepat dan pedagang berani mengambil stok lebih banyak.
Untuk komoditas lain, harga tomat medan dilaporkan stabil di kisaran Rp10 ribu per kilogram selama sepekan terakhir. Sementara bawang putih mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan setelah sebelumnya sempat naik akibat keterbatasan pasokan.
Adapun beberapa bahan lainnya masih bertahan pada harga normal, seperti bawang peking Rp25 ribu per kilogram, wortel Rp8 ribu, dan kentang Rp12 ribu.
Para pedagang juga menyoroti peran distribusi dalam menjaga stabilitas harga. Pasokan cabai merah disebut banyak berasal dari Berastagi, cabai hijau dan cabai rawit dari Takengon, sementara bawang dari Pidie. Selama jalur distribusi aman, harga dinilai berpeluang tetap stabil.
Sejumlah pedagang di Pasar Al-Mahirah berharap kondisi ini dapat bertahan hingga puncak perayaan Maulid yang biasanya berlangsung meriah di Banda Aceh, sehingga beban belanja masyarakat untuk persiapan perayaan menjadi lebih ringan.