Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana resmi membuka Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (26/9). Ajang ini digelar untuk memperkuat posisi gastronomi Indonesia sebagai daya tarik pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner lokal ke tingkat internasional.
Widiyanti menyampaikan WIG 2026 memasuki tahun kedua penyelenggaraan dengan tema “From Local Roots to Global Recognition” dan menempatkan Solo serta Yogyakarta sebagai pusat rangkaian kegiatan. Menurutnya, WIG membawa pesan bahwa kekayaan gastronomi Indonesia berangkat dari tradisi, masyarakat, dan identitas lokal, lalu berkembang menuju pengakuan global.
Ia menjelaskan pemilihan Solo dan Yogyakarta terkait kekuatan keduanya sebagai pusat kebudayaan Jawa, mulai dari tradisi keraton, pasar, warung, kerajinan, hingga perkembangan kuliner kontemporer. Widiyanti juga menekankan bahwa gastronomi tidak hanya soal cita rasa, tetapi juga cerita, sejarah, manusia, tradisi, dan tempat yang membentuk pengalaman wisata.
Rangkaian utama WIG 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 September hingga 4 Oktober 2026 di Solo dan Yogyakarta. Agenda kegiatan meliputi WIG Talks and Forum, Artisan Market, Culinary Festival, Indonesia Restaurant Months, serta kolaborasi antarkoki.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pariwisata turut mengundang 18 perwakilan media dan tastemakers, termasuk 13 peserta internasional dari sejumlah media dan lembaga gastronomi, di antaranya Forbes Travel Guide, La Liste, The World’s 50 Best, dan CNN International.
Penyelenggaraan WIG 2026 berlangsung di tengah meningkatnya pengakuan internasional terhadap gastronomi Indonesia. Indonesia disebut meraih New Destination Champion Award 2026 dari La Liste. Selain itu, dua restoran Indonesia, August dan Locavore NXT, tercatat mengalami peningkatan posisi dalam daftar Asia’s 50 Best Restaurants 2026.
Widiyanti menyatakan pemerintah ingin pengakuan tersebut membuka peluang pasar baru, kemitraan, investasi, dan kunjungan wisatawan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di daerah asal gastronomi. Ia menegaskan upaya menjadikan gastronomi sebagai alasan untuk melakukan perjalanan, mengubah pengakuan menjadi peluang, dan memastikan manfaatnya kembali ke masyarakat serta tempat asal kuliner tersebut.