Menata Dapur Minimalis Tetap Bersih: Peran Pantry dan Pilihan Material yang Tepat

Menata Dapur Minimalis Tetap Bersih: Peran Pantry dan Pilihan Material yang Tepat

Memiliki dapur minimalis di hunian dengan ruang terbatas membuat pemilik rumah perlu memaksimalkan fungsi setiap sudut. Salah satu solusi yang banyak dipilih adalah pantry, yang kerap disebut sebagai dapur kering atau dapur bersih.

Arsitek sekaligus Direktur Studio Rancang Bangun Dyanez789, Yanez Rifani (39), mengatakan pantry kini menjadi pilihan populer untuk hunian perkotaan. Menurutnya, pantry identik dengan tampilan yang bersih dan bergaya. Meski gaya minimalis paling banyak digunakan, ia menyebut pantry juga dapat dibentuk dengan gaya klasik.

Dari sisi material, Yanez menjelaskan bahan yang banyak dipakai untuk membuat pantry saat ini adalah plywood (multipleks). Untuk tahap akhir atau finishing, plywood dapat menggunakan cat Duco maupun HPL (High Plessure Lamminated). Ia menyarankan pemilik rumah memilih finishing HPL yang tidak bertekstur agar lebih mudah dirawat.

“Sebab, saat kita memasak terkadang bahan-bahan masakan bisa saja tertumpah secara tidak sengaja. Kecap, minyak, tepung, air, saus dan lain sebagainya, akan mudah dibersihkan apabila memilih finishing plywood yang tidak bertekstur,” kata Yanez.

Ia juga membandingkan plywood dengan kayu solid atau kayu jati. Menurutnya, penggunaan plywood cenderung lebih murah. Pergeseran pemakaian plywood, kata Yanez, terjadi seiring mahalnya harga kayu berkualitas tinggi.

Yanez menambahkan, dengan perawatan rutin—dibersihkan setelah digunakan—pantry berbahan plywood dapat memiliki masa pakai minimal 15 tahun. Ia menilai pantry cocok untuk hunian berlahan terbatas karena dapat memaksimalkan fungsi ruang.

Soal ketahanan terhadap rayap, Yanez mengaku plywood relatif lebih aman. Ia menjelaskan setiap lapisan pada lembar kayu mengandung zat kimia yang tidak disukai rayap. Ia bahkan menuturkan pernah melihat rayap hanya melewati plywood tanpa memakannya, berbeda dengan meja dari kayu jati muda di rumahnya yang justru dimakan rayap.

Penerapan pantry bergaya minimalis juga dilakukan Shinta Pamullasari di rumahnya di kawasan Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang. Pantry miliknya menyatu dengan ruang keluarga dan didominasi warna krem, putih, serta coklat.

Di area tersebut tersedia beberapa laci untuk menyimpan peralatan masak, serta toples berisi sayuran dan buah-buahan yang diletakkan di bagian atas. Pantry itu juga dilengkapi kulkas, microwave, kompor, dispenser, tempat cuci piring, serta kabinet atas dan bawah untuk penyimpanan.

Shinta mengatakan proses pengerjaan pantry di rumahnya memakan waktu sekitar dua minggu. Ia memilih tema minimalis karena menyesuaikan desain rumah yang juga bergaya minimalis.

Meski memiliki pantry, Shinta tetap menggunakan dapur basah untuk memasak kebutuhan keluarga. Sementara pantry difungsikan sebagai tempat menata makanan setelah dimasak dari dapur basah, sekaligus untuk menyajikan makanan dan minuman saat menerima tamu.

Ia menambahkan, peralatan elektronik dan aksesori dibeli di toko, sedangkan kabinet harus dipesan khusus agar sesuai dengan dimensi ruangan yang diinginkan.