Gulai ikan asam pedas ditampilkan dalam kreasi berbeda pada Bintan Hospitality Festival (BiHoF) 2026 yang digelar di Plaza Lagoi, Bintan Resorts, Kamis (1/10/2026). Hidangan khas Nusantara itu diolah oleh Maryudi, barista Aston Nagoya City Batam, dalam ajang yang mengangkat potensi bahan lokal Kepulauan Riau (Kepri).
Maryudi menjelaskan, ide kreasi gulai tersebut berangkat dari salah satu bahan lokal yang lekat dengan kuliner masyarakat Kepri, yakni belimbing wuluh. Menurutnya, asam pedas khas Kepri memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan daerah lain, terutama pada penggunaan belimbing wuluh sebagai pemberi rasa asam.
“Kalau daerah lain asam pedas ada yang pakai nanas, kalau di Kepri biasanya pakai belimbing wuluh. Asam itu yang bikin selera makan,” kata Maryudi.
Selain mengangkat kekhasan bahan lokal, Maryudi juga menyertakan unsur personal dalam racikannya. Ia menyebut gulai ikan asam pedas merupakan salah satu masakan favorit almarhum ayahnya, sehingga ia ingin menghadirkan kembali memori tersebut melalui sajian yang dibawanya ke BiHoF.
“Gulai asam pedas ini merupakan masakan favorit ayah saya. Jadi saya ingin membawa memori itu di sini,” ucapnya.