Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) di Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, memperkenalkan sekaligus mendorong pengembangan Opak Merah sebagai potensi kuliner lokal. Kegiatan ini diarahkan untuk menggali produk tradisional yang dinilai memiliki nilai ekonomi dan berpeluang menjadi identitas serta produk unggulan Desa Sukamukti.
Opak Merah disebut memiliki cita rasa khas dan dinilai berpotensi dikenal lebih luas. Selain upaya pelestarian makanan tradisional, pengembangan produk ini juga dipandang dapat membuka peluang ekonomi bagi warga, mulai dari peningkatan produksi, pengemasan, pemasaran, hingga penguatan merek.
Dalam tahap awal, mahasiswa KKN melakukan pengamatan terhadap kondisi produk yang sudah ada di masyarakat. Mereka menggali informasi mengenai proses pembuatan, bahan yang digunakan, cara pemasaran, serta kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam mengembangkan Opak Merah.
Mahasiswa KKN menilai makanan tradisional tidak hanya bernilai sebagai produk konsumsi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas daerah. Karena itu, Opak Merah dinilai memiliki peluang untuk diperkenalkan sebagai salah satu ciri khas kuliner Desa Sukamukti, sekaligus dijaga keberlangsungannya agar tetap dikenal generasi berikutnya.
Upaya pengembangan juga difokuskan pada peningkatan daya tarik produk di tengah persaingan makanan yang semakin beragam. Sejumlah aspek yang disoroti meliputi kemasan, merek, label produk, kualitas, ukuran kemasan, hingga strategi pemasaran. Kemasan yang lebih menarik dan informatif dipandang dapat memberi tampilan lebih modern tanpa menghilangkan ciri khas tradisional.
Selain itu, pemberian identitas atau branding yang terkait dengan Desa Sukamukti dinilai dapat memperkuat posisi Opak Merah sebagai produk lokal. Dengan identitas yang jelas, produk ini diharapkan tidak hanya dipandang sebagai makanan ringan, tetapi juga membawa nama desa.
Mahasiswa KKN UPB juga menyoroti peluang pemasaran melalui media digital. Promosi dapat dilakukan melalui platform seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, Facebook, maupun marketplace. Konten berupa foto produk, informasi keunikan, serta cerita proses pembuatan dinilai dapat membantu memperkenalkan Opak Merah kepada masyarakat di luar Desa Sukamukti.
Pengembangan Opak Merah sebagai produk unggulan desa dinilai berpotensi berdampak pada perekonomian warga. Perluasan pasar diperkirakan dapat meningkatkan permintaan dan produksi, sekaligus membuka keterlibatan masyarakat pada berbagai tahapan, seperti pengemasan, pemasaran, distribusi, hingga penjualan.
Mahasiswa KKN UPB berharap upaya pengembangan ini dapat dilanjutkan secara berkelanjutan oleh masyarakat setelah program KKN berakhir. Mereka menilai, dengan pengelolaan yang baik, Opak Merah dapat memberi nilai tambah bagi perekonomian Desa Sukamukti.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan harapan agar Opak Merah tidak hanya dikenal sebagai makanan tradisional, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk unggulan melalui pengemasan, branding, dan pemasaran yang lebih baik. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN UPB dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal, sembari mendorong pelestarian nilai tradisional kuliner setempat.