BERITA TERKINI
Mahasiswa KKN Gizi STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Edukasi dan Demo Olahan Sehat untuk Cegah Stunting di Karangsono

Mahasiswa KKN Gizi STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Edukasi dan Demo Olahan Sehat untuk Cegah Stunting di Karangsono

Upaya penuntasan stunting terus digencarkan hingga tingkat desa. Di Desa Karangsono, Kecamatan Dander, mahasiswa KKN Program Studi Gizi STIKES Muhammadiyah Bojonegoro menggelar kegiatan PPG (Perencanaan Program Gizi) di Balai Desa Karangsono, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini menyasar ibu balita dan kader kesehatan yang dinilai berperan penting dalam pencegahan stunting sejak dini.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa gizi dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Sejumlah ibu balita dan kader kesehatan mengikuti rangkaian acara sejak pagi dengan antusias.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada balita, pola asuh yang tepat, serta pemantauan tumbuh kembang anak sebagai langkah pencegahan stunting. Materi disampaikan secara komunikatif dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Perwakilan perangkat Desa Karangsono, Nur Kurniati, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi gizi yang diberikan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama bagi keluarga yang memiliki balita.

“Kami dari perangkat desa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan, terutama untuk ibu-ibu yang memiliki balita, agar lebih memahami pentingnya gizi dalam mencegah stunting,” ujar Nur Kurniati.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi diskusi interaktif. Peserta diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan, pengalaman, dan kendala yang dihadapi dalam pemenuhan gizi anak di rumah. Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran keluarga mengenai perannya dalam pencegahan stunting.

Salah satu peserta, Ibu Piharnik, mengatakan dirinya memperoleh pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Selama ini saya belum terlalu paham soal gizi yang benar untuk anak. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi tahu makanan apa saja yang baik dan bagaimana cara mengolahnya agar anak mau makan,” tutur Ibu Piharnik.

Menjelang penutupan, mahasiswa mengadakan demo pembuatan smoothies sehat. Demo ini memperkenalkan contoh olahan bergizi yang praktis, menggunakan bahan sederhana, dan disukai anak-anak. Olahan tersebut diperkenalkan sebagai alternatif makanan tambahan sekaligus mendorong kreativitas ibu dalam menyajikan makanan sehat bagi balita.

Melalui kegiatan PPG ini, mahasiswa berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara akademisi, perangkat desa, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata untuk mendukung percepatan penuntasan stunting di Desa Karangsono.