Masalah sampah organik rumah tangga kerap luput dari perhatian warga. Sisa sayuran, kulit buah, hingga dedaunan kering sering berakhir di tempat pembuangan akhir dan memunculkan bau tak sedap. Berangkat dari kondisi tersebut, tim mahasiswa KKN di Desa Kraton, Kecamatan Kencong, menghadirkan upaya pengelolaan sampah organik melalui pembuatan kompos.
Dalam program pemberdayaan masyarakat, para mahasiswa menggelar demonstrasi langsung pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos. Kegiatan yang berlangsung di balai desa itu diikuti puluhan warga yang antusias mempelajari cara mengelola sampah dapur secara mandiri.
Tim KKN menekankan bahwa kompos tidak hanya menjadi alternatif pupuk yang lebih hemat untuk tanaman rumah tangga, tetapi juga langkah awal membangun lingkungan desa yang lebih ramah. Koordinator Tim KKN Desa Kraton menyampaikan bahwa sebagian besar sampah harian dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk. Dengan pengelolaan yang tepat, penumpukan sampah dapat dikurangi sekaligus membantu menyuburkan tanah pekarangan tanpa bahan kimia.
Dalam praktiknya, mahasiswa memperagakan tahapan pembuatan kompos yang dinilai sederhana dan dapat diterapkan di rumah. Tahap pertama adalah pemilahan bahan, yakni mengumpulkan sisa dapur organik seperti kulit buah dan sisa sayur, serta memisahkannya dari sampah anorganik seperti plastik atau sterofoam. Selanjutnya, limbah organik dicacah agar lebih cepat terurai, lalu dicampur dengan bahan “cokelat” seperti dedaunan kering atau serbuk gergaji.
Untuk mempercepat proses pembusukan alami, campuran tersebut kemudian diberi cairan bioaktivator, misalnya EM4, serta molase atau air gula. Setelah itu, seluruh bahan dimasukkan ke dalam wadah komposter tertutup yang memiliki ventilasi udara cukup, lalu didiamkan selama beberapa minggu hingga kompos matang.
Warga Desa Kraton menyambut positif pelatihan interaktif tersebut. Sejumlah ibu rumah tangga dan petani lokal mengaku baru memahami bahwa limbah harian yang selama ini dibuang ternyata dapat diolah dengan cara yang mudah dan bermanfaat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan edukasi teknis, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Harapannya, kebiasaan mengompos dapat terus berlanjut sehingga Desa Kraton semakin mandiri dalam mengelola sampah organik di tingkat rumah tangga.