Sisa sayuran dan bahan organik dapur yang biasanya dibuang kini diolah menjadi kompos dan air lindi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 251 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Melalui demo pembuatan komposter, sampah dapur tersebut diarahkan menjadi nutrisi tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk green house Kelurahan Kebraon.
Kegiatan yang menyasar Kader Surabaya Hebat (KSH) ini berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026. Dalam sesi tersebut, mahasiswa KKN mempraktikkan cara sederhana mengolah potongan sayuran dan bahan organik lain menggunakan komposter, sekaligus menjelaskan proses fermentasi hingga menghasilkan dua produk utama, yakni kompos padat dan air lindi.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, mahasiswa juga menunjukkan hasil uji coba komposter yang telah dilakukan sejak 24 Juni 2026. Dari percobaan itu, sisa bahan dapur berhasil terurai menjadi media tanah yang subur dan menghasilkan air lindi yang dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi tambahan bagi tanaman. Hasil tersebut menjadi contoh konkret bagi para kader mengenai manfaat pengolahan sampah dapur secara mandiri.
Dalam demo, mahasiswa memaparkan tahapan pembuatan komposter mulai dari pemilahan sisa dapur, penyusunan lapisan bahan organik, hingga perawatan komposter agar proses penguraian berjalan optimal tanpa menimbulkan bau tidak sedap. Para kader KSH juga diajak mencoba langsung menyusun bahan organik ke dalam komposter serta berdiskusi mengenai jenis sisa dapur yang cocok diolah dan cara mengatasi kendala umum dalam pengomposan.
Program ini dirancang agar kompos dan air lindi yang dihasilkan dapat langsung digunakan untuk kebutuhan green house milik Kelurahan Kebraon. Dengan memanfaatkan sisa dapur warga sebagai sumber kompos dan nutrisi alami, perawatan tanaman diharapkan lebih hemat biaya sekaligus ramah lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 251 UINSA Surabaya berharap kader KSH dapat menerapkan praktik pengomposan secara mandiri. Selain mendukung pasokan kompos dan nutrisi tanaman yang berkelanjutan untuk green house, langkah ini juga ditujukan untuk membantu mengurangi timbunan sampah organik rumah tangga di lingkungan RW 3.