BERITA TERKINI
Lisa Wattimena Tekankan Pola Asuh Positif dan Gizi Seimbang untuk Dukung Indonesia Emas 2045

Lisa Wattimena Tekankan Pola Asuh Positif dan Gizi Seimbang untuk Dukung Indonesia Emas 2045

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Penegasan itu disampaikannya saat membuka Seminar Parenting dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Ambon, Senin (8/6/2026).

Seminar bertema “Membangun Generasi Sehat dan Berkualitas Melalui Pola Asuh yang Positif dan Gizi Seimbang Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut diikuti pengurus PKK dan kader Posyandu. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku, tenaga kesehatan, serta psikolog.

Dalam sambutannya, Lisa menyampaikan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak dapat terwujud tanpa sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, investasi terhadap anak, menurutnya, perlu dimulai sejak dini melalui pola asuh yang baik serta pemenuhan gizi seimbang.

Ia menekankan bahwa tahun 2045 menjadi momentum penting saat Indonesia memasuki usia satu abad. Generasi yang akan memimpin bangsa pada masa itu, kata Lisa, adalah anak-anak yang saat ini masih berada dalam kandungan, balita, maupun anak yang pertumbuhannya dipantau rutin melalui Posyandu.

Lisa menyebut upaya membangun generasi unggul bukan proyek jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan aktif keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi anak. Ia menjelaskan, pola asuh positif berperan penting dalam pembentukan karakter dan kesehatan mental anak, dengan menekankan kasih sayang, komunikasi yang baik, penghargaan terhadap anak, serta menghindari kekerasan dalam pengasuhan.

“Anak yang cerdas tidak hanya lahir dari fisik yang sehat, tetapi juga dari jiwa yang bahagia. Karena itu, orang tua perlu menghadirkan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Selain pola asuh, Lisa juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi seimbang, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang disebutnya sebagai periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia menilai perhatian terhadap asupan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun sangat menentukan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan, sekaligus menjadi bagian dari pencegahan dan penanganan stunting.

“Kita harus terus memantau tumbuh kembang anak, memberikan makanan bergizi, serta meningkatkan edukasi kesehatan kepada keluarga agar ancaman stunting dapat dicegah sejak dini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Lisa juga mengapresiasi kader Posyandu yang dinilainya menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan mitra pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk memahami tugas dan fungsi sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan keluarga.

Melalui seminar tersebut, para kader Posyandu diharapkan dapat memperluas wawasan serta meningkatkan kapasitas dalam memberikan edukasi, baik melalui kegiatan Posyandu maupun kunjungan rumah. Di akhir sambutannya, Lisa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal demi melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.