BERITA TERKINI
Lagu Batak “Sik Sik Sibatumanikkam” Ramai Diremix dan Viral di Instagram-TikTok

Lagu Batak “Sik Sik Sibatumanikkam” Ramai Diremix dan Viral di Instagram-TikTok

Lagu tradisional Batak berjudul Sik Sik Sibatumanikkam kembali menjadi perbincangan setelah ramai dipakai sebagai suara latar (backsound) di Instagram dan TikTok sejak akhir tahun lalu. Popularitasnya meningkat seiring munculnya versi remix dan potongan audio yang dipercepat, format yang dianggap cocok untuk kebutuhan video pendek di media sosial.

Dalam tradisi masyarakat Batak di Sumatera Utara, Sik Sik Sibatumanikkam dikenal sebagai lagu yang kerap diperdengarkan dalam pesta adat maupun pertemuan keluarga besar. Lagu ini lekat dengan suasana ceria, ritme yang mudah diikuti, serta fungsi sosial sebagai pengikat kebersamaan dan kegembiraan dalam perayaan. Maknanya dapat dipahami berbeda-beda sesuai konteks, mulai dari ekspresi semangat hingga keceriaan kolektif.

Di ranah digital, lagu tersebut mengalami perubahan bentuk lewat remix cepat atau pengolahan beat yang membuatnya terdengar lebih dinamis. Konten kreator di TikTok dan Instagram Reels banyak menggunakan bagian tertentu—terutama chorus yang mudah diingat—untuk konten tari, komedi, hingga gaya hidup. Kebiasaan memotong bagian lagu menjadi klip singkat dan mengulangnya dalam video turut mempercepat penyebaran tren.

Fenomena ini juga dipengaruhi cara kerja platform video pendek, di mana algoritma cenderung mendorong konten yang memakai audio yang sama sehingga sebuah lagu lebih mudah muncul berulang kali di linimasa pengguna. Dampaknya, lagu yang sebelumnya lebih dikenal dalam konteks lokal dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Meski versi remix menjadi pintu masuk bagi banyak pendengar baru, pemahaman terhadap akar budaya lagu tetap dinilai penting. Sik Sik Sibatumanikkam bukan hanya hiburan, melainkan bagian dari tradisi yang selama puluhan tahun berperan mempererat hubungan sosial dalam acara adat. Makna lagu juga kerap dikaitkan dengan semangat hidup dan rasa syukur.

Viralnya lagu ini turut memberi dampak pada ekosistem musik. Lagu daerah yang mendapat “napas baru” lewat remix dapat mendorong publik menelusuri kembali musik tradisional Indonesia. Bagi musisi lokal maupun pelaku musik tradisi, tren semacam ini juga membuka peluang kolaborasi dengan DJ atau produser musik elektronik agar karya mereka menjangkau pendengar yang lebih luas.

Di sisi lain, penggunaan musik untuk konten digital tetap memerlukan perhatian terhadap aspek hak cipta. Kreator disarankan memeriksa sumber audio, terutama ketika menggunakan remix atau editan yang tidak resmi, agar tetap menghormati pencipta dan karya aslinya. Bagi pendengar, memahami konteks budaya lagu dapat membuat pengalaman mendengarkan lebih bermakna sekaligus menjadi bagian dari pelestarian budaya.

Tren Sik Sik Sibatumanikkam menunjukkan musik tradisional Indonesia masih relevan di era digital. Melalui kreativitas konten di Instagram dan TikTok, lagu lama dapat kembali muncul dalam lanskap musik modern, membentuk jembatan antara tradisi dan teknologi.