Lada putih asal Indonesia, Muntok White Pepper dari Bangka Belitung, kembali mendapat perhatian di pasar global. Komoditas unggulan berstatus Indikasi Geografis (IG) dari Pulau Bangka ini disebut telah menembus jaringan 1.200 restoran di 63 negara.
Deputi Kementerian UMKM Bidang Usaha Menengah Bagus Rachman mengatakan kerja sama telah terjalin dengan ribuan restoran tersebut. “Kami sudah bekerja sama dengan 1.200 restoran di 63 negara, dan saat ini mereka kekurangan rempah-rempah dan bumbu,” ujarnya.
Muntok White Pepper dikenal memiliki aroma khas, rasa pedas yang bersih, serta warna putih krem alami. Lada ini juga telah lama disebut sebagai standar mutu lada putih dunia. Berbeda dengan lada hitam, proses produksinya dilakukan dengan merendam buah lada matang hingga kulitnya terkelupas, lalu dijemur di bawah sinar matahari Bangka. Proses tradisional tersebut dinilai menghasilkan kualitas premium yang sulit ditiru daerah lain.
Menurut data pemerintah daerah dan pelaku ekspor, pemasaran lada putih Muntok kini tidak lagi sebatas bahan mentah. Produk ini dikurasi dan dipasarkan langsung ke jaringan restoran fine dining, hotel bintang lima, serta industri kuliner global di Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Asia.
Data yang tercantum menunjukkan Kepulauan Bangka Belitung mengekspor 1.370 ton lada putih senilai Rp180 miliar melalui 184 pengiriman sepanjang 2025. Sejumlah tujuan ekspor yang disebut antara lain Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.
Capaian masuknya Muntok White Pepper ke jaringan 1.200 restoran dunia dipandang sebagai penanda bahwa bumbu dapur Indonesia dapat tampil sebagai produk bernilai tambah dengan penguatan asal-usul dan merek. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat hilirisasi rempah dan melindungi petani lada lokal di Bangka Belitung.
Dengan sertifikasi Indikasi Geografis, harga Muntok White Pepper di pasar internasional disebut lebih tinggi dan stabil dibandingkan lada putih biasa. Pada 2024–2025, harga tercatat berada di kisaran 6.000 dollar AS (sekitar Rp106 juta) per metrik ton.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan perluasan pasar ke lebih banyak negara dengan tetap menjaga kualitas dan keberlanjutan budidaya di lahan petani lokal. Dalam keterangan di laman Babelprov.go.id, lada putih dari Bangka Belitung disebut telah diekspor ke berbagai belahan dunia untuk memenuhi 40 persen kebutuhan lada di dunia.
Masih merujuk informasi tersebut, lada putih Bangka Belitung diminati karena memiliki piperin (tingkat kepedasan) tinggi pada kisaran 5–7 serta aroma minyak atsiri yang tajam. Untuk menjaga kualitas, Muntok White Pepper telah didaftarkan Indikasi Geografisnya sejak Desember 2019, sehingga produk berlabel MWP dipastikan berasal dari perkebunan petani Bangka Belitung. Ke depan, IG-MWP disebut perlu didaftarkan ke berbagai negara agar peredaran dan kualitasnya dapat terus diawasi.
Meski telah menjadi komoditas penting, Muntok White Pepper disebut belum sepenuhnya dikenal luas di pasar global karena produk lada Bangka yang dijual di pasar dunia kerap tidak mencantumkan asal produk.