BERITA TERKINI
Konten Kuliner di TikTok Naik 52% per Tahun, UMKM Diminta Manfaatkan Ekosistem Digital

Konten Kuliner di TikTok Naik 52% per Tahun, UMKM Diminta Manfaatkan Ekosistem Digital

Konten seputar makanan di platform TikTok tercatat tumbuh 52% secara tahunan. Pertumbuhan ini dinilai membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner untuk memanfaatkan ekosistem digital guna memperluas pasar dan mengembangkan usaha.

Head of Industry TikTok Indonesia, Zaheer Travadi, mengatakan sektor kuliner merupakan salah satu kekuatan ekonomi besar di Indonesia, sejalan dengan perkembangan ekonomi nasional. Ia menilai dunia kuliner kini semakin merambah ranah digital dan berkembang pesat di platform seperti TikTok.

“Dunia kuliner kini juga merambah ranah digital. Dia berkembang pesat di platform seperti TikTok, tempat para pengguna menyimpan resep-resep favorit. Selain itu, konten seputar makanan di TikTok tumbuh sebesar 52 persen dari tahun ke tahun,” ujar Zaheer dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).

Seiring tren tersebut, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengajak pelaku UMKM kuliner mengoptimalkan teknologi digital dan melakukan inovasi produk agar dapat naik kelas. Menurutnya, penguatan kualitas produk, merek, serta pemahaman terhadap kebutuhan konsumen menjadi bagian penting dari pengembangan usaha.

“Kami ingin mendorong UMKM kuliner lokal makin naik kelas, meningkatkan kualitas produk, memperkuat merek, memahami kebutuhan konsumen, serta memanfaatkan teknologi secara optimal dalam pengembangan usaha,” kata Roro.

Roro juga menyoroti tingginya aktivitas konten kuliner di TikTok. Ia menyebut lebih dari 6 juta konten dengan tagar seperti #Kuliner dan #JajananTikTok telah membantu kuliner lokal menjadi viral dan dicari banyak pembeli. Ia menilai ekosistem digital dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Namun, Roro mengingatkan pelaku UMKM kuliner agar tidak hanya mengandalkan cita rasa. Ia menekankan pentingnya menghadirkan cerita yang autentik, membuat konten yang menarik, serta memastikan proses transaksi mudah bagi konsumen.

“Kenali konsumen, ikuti perkembangan tren dengan tetap mempertahankan identitas dan keunikan produk lokal yang menjadi kekuatan utama. Saat ini, konsumen tidak cuma membeli rasa, tetapi juga membeli cerita, pengalaman, dan nilai di balik sebuah produk,” ujarnya.