BERITA TERKINI
Komisi VII DPR Dorong Pengembangan Wisata Gastronomi Berbasis Sejarah dan Budaya Kuliner Nusantara

Komisi VII DPR Dorong Pengembangan Wisata Gastronomi Berbasis Sejarah dan Budaya Kuliner Nusantara

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mendorong pengembangan wisata gastronomi Indonesia dengan mengoptimalkan kekayaan kuliner, sejarah, dan budaya sebagai daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Chusnunia menyampaikan bahwa wisata gastronomi tidak sekadar menjadikan makanan sebagai tujuan perjalanan. Menurut dia, konsep tersebut juga menawarkan pengalaman untuk memahami sejarah, asal-usul, seni penyajian, serta cerita dan budaya yang melatarbelakangi suatu hidangan.

“Selain soal cita rasa, kekayaan sejarah dan budaya yang melatarbelakangi sebuah hidangan menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata gastronomi Indonesia,” kata Chusnunia.

Ia merujuk pada sejumlah negara yang dinilai berhasil mengembangkan gastronomi sebagai bagian dari industri pariwisata, seperti Jepang, Thailand, Prancis, Spanyol, dan Peru. Jepang, misalnya, memiliki washoku atau budaya makan tradisional yang telah masuk Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO sejak 2013. Thailand mengembangkan program “Kitchen of the World”, sementara Prancis memiliki tradisi gastronomi yang menjadi bagian dari identitas dan daya tarik pariwisatanya.

Chusnunia menilai Indonesia juga memiliki kekayaan kuliner dengan sejarah dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata gastronomi sekaligus mendukung keberlanjutan sumber pangan lokal.

“Negara-negara tersebut berhasil mengubah kuliner lokal menjadi daya tarik wisata utama yang mendatangkan jutaan turis setiap tahunnya dan Indonesia juga tidak hanya memiliki banyak potensi wisata gastronomi yang juga menghadirkan cerita, pengalaman budaya, serta keberlanjutan sumber pangan lokal,” ujarnya.

Menurut dia, kekayaan kuliner Nusantara, termasuk rendang dan tempe, merupakan modal untuk mengembangkan wisata gastronomi Indonesia.

Chusnunia juga mendukung langkah pemerintah dalam mengembangkan Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries Guide untuk memudahkan wisatawan menemukan ragam kuliner Indonesia, mulai dari restoran kontemporer hingga tempat makan lokal.

Kementerian Pariwisata meluncurkan edisi terbaru Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries Guide dalam rangkaian Wonderful Indonesia Gastronomy 2026. Indonesia Gourmet Guide memuat 150 restoran dari berbagai wilayah Indonesia, sedangkan Indonesia Local Eateries Guide memperkenalkan 150 tempat makan lokal dari berbagai daerah.

Selain itu, Chusnunia menyebut Indonesia memiliki rekam jejak literatur kuliner yang dapat menjadi modal pengembangan gastronomi. Ia mencontohkan catatan resep RA Kartini, buku masak Nyonya Belanda, hingga buku resep kepresidenan Mustika Rasa (1967) yang memuat 1.685 resep Nusantara.

“Kekayaan gastronomi Indonesia menjadi modal besar untuk menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara, saatnya kuliner Nusantara mendunia,” kata Chusnunia.